Tim gabungan cari korban hanyut terbawa sungai

id Hujan deras, hanyut, anak-anak hanyut, lampung, anak-anak

Tim gabungan cari korban hanyut terbawa sungai

P3tugas tim gabungan dari PMI, Basarnas, Polda, Tagana, BPBD dan lainnya sedang mencari korban hanyut Kelurahan Kupang Teba Kecamatan Teluk betung Utara (Foto : Antaralampung/Istimewa)

Bandarlampung (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung bersama dengan anggota Basarnas, Polda, BPBD, Tagana dan lainnya sedang melakukan pencarian korban yang hanyut terbawa arus sungai yang deras.

"Kita saat ini sedang mencari anak yang hilang terbawa arus air sungai yang deras. Sampai saat ini masih diteruskan, bukan hanya PMI, Tagana, Polda, BPBD, Basarnas dan lainnya ikut turun ke lokasi untuk mencari korban hanyut tersebut," kata Koordinator Pusat Data dan Informasi PMI Provinsi Lampung Hady Prasetyo, saat dihubungi dari Bandarlampung, selasa.

Menurutnya, operasi gabungan yang dilakukan ini untuk mencari anak yang hanyut terbawa derasnya arus sungai.

Pencarian korban Abay Bin Tulus usia 11 tahun dengan jenis kelamin laki-laki merupakan warga RT 034 Kelurahan kupang Teba< Kecamatan Telukbetung  Utara, hingga kini masih berlangsung..

Hady menjelaskan, saat ini masih dilakukan pencarian di aliran kali, gorong gorong dan sampai ke muara sungai ke laut di samping Gunung Kunyit Sukaraja.

"Minimnya penerangan menyulitkan dalam proses pencarian korban," ungkapnya

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang memiliki anak-anak di bawah 17 tahun untuk bisa memperhatikan tempat bermain, khususnya pada saat musim penghujan seperti ini untuk melarang anak-anak main di bantaran sungai, laut dan lainnya yang bisa membuat anak-anak terbawa arus sungai.

"Para orang tua harus bisa memperhatikan, jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Saat hujan kalau bisa anak-anak bermain di dalam rumah, dan jangan bermain di luar rumah apalagi di dekat aliran sungai atau laut yang bisa membahayakan nyawa anak-anak tersebut," jelasnya
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar