Lampung gelar ekspo hasil pertanian hortikultura

id Panah Merah dan Lautan Luas,Gelar pelatihan ,Holtikultura

Lampung gelar ekspo hasil pertanian hortikultura

Bagian Pemasaran wilayah Lampung PT Ewindo Didi Effendi saat memberikan pelatihan tanaman hortikulturan kepada petani se Lampung di Gadingrejo Utara (Antaranews Lampung/Ardiansyah)

Pringsewu (ANTARA) - Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) dan PT Lautan Luas menggelar ekspo pertanian dan kegiatan pembinaan petani di Kabupaten Pringsewu untuk mendukung rencana strategis pemda menjadikan Lampung sebagai sentra tanaman pangan dan hortikultura nasional.

Bagian pemasaran wilayah Lampung PT Ewindo yang membina YBTS,  Didi Efendi di Bandarlampung, Selasa, mengatakan bahwa kegiatan ekspo pertanian ini ditujukan untuk memberikan edukasi kepada petani mengenai teknik budi daya hortikultura, khususnya dalam penggunaan benih unggul, teknik pemupukan dan penggunaan pestisida secara tepat. 

"Kegiatan ekspo pertanian ini ditujukan untuk memberikan edukasi kepada 150 petani mengenai teknik budi daya hortikultura," katanya.
 
Menurut dia, guna menjadikan Lampung sebagai sentra tanaman hortikultura maka mereka secara kontinu memberikan edukasi dan pengetahuan mengenai cara bertanam yang baik kepada kelompok-kelompok tani melalui serangkaian pelatihan dan demo-plot (demplot). 

"Selain di Pringsewu, kami juga membangun demplot dan memberikan pelatihan di 9 lokasi lainnya yakni kecamatan Gading Rejo, Jabung, Waway Karya, Bumi Ratu Nuban, Bekri, Raman Utara, Trimurjo, Sukadamai Natar dan Pekalongan. Jadi, jumlah total peserta yang ikut terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 1.350 petani," katanya.
 
Sementara itu, Technical Manajer PT Lautan Luas Ricardo Parningotan Rajagukguk menambahkan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap sektor pertanian Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung. 

"Kami sangat senang melihat antusiasme petani hortikultura untuk mendapatkan pengetahuan tentang cara bertanam yang benar dengan melihat kondisi tanah dan dosis pupuk yang tepat," kata dia. 

Di sembilan lokasi demplot tersebut, Ewindo memberikan kontribusi berupa pemberian benih sebanyak total sebanyak 12 komoditas hortikultura dan 21 varietas dan sekaligus memperkenalkan benih Tomat Varietas Gustavi F1 yang memiliki keunggulan tahan virus Gemini, tahan layu bakteri dan fusarium, serta lebih tahan terhadap serangan jamur phytoptora yang menyebabkan busuk pangkal batang. 

Petani diajarkan menanam pada musim kemarau, dengan menggunakan pupuk dari Lautan Luas. Pupuk-pupuk yg diberikan tersebut, membuat tanaman sayuran lebih tahan musim kering karena nutrisi yang diberikan akan terserap lebih optimal. Lautan Luas sebagai perusahaan produsen bahan kimia menyediakan paket pupuk untuk 9 lokasi, dimana setiap lokasi mendapatkan Mycovir (25 kg), KCl (50 kg), Amonium klorida (50 kg), Borate (25 kg), Humakos (1 liter), dan Plastik Mulsa. 

Sejak dua tahun lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan kesiapannya menjadi sentra tanaman pangan dan hortikultura nasional untuk meningkatkan sayur-sayuran dan buah-buahan. Perkembangan produksi komoditas hortikultura di Lampung sangat beragam. Beberapa Kabupaten di Provinsi Lampung memiliki potensinya tersendiri dan menjadi sentra produksi komoditas tertentu. 

"Hal ini menunjukan bahwa sektor hortikultura masih menjadi salah satu primadona dalam penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Lampung. “Melalui ekspo pertanian dan kegiatan pembinaan ini dapat menciptakan petani yang tangguh dan adaptif disegala kondisi pertanian yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan mereka serta mendorong pertumbuhan perekonomian desa. Kami optimistis provinsi Lampung mampu menjadi salah satu sentra tanaman hortikultura nasional,” katanya.
 
Edi Priyanto (29) salah satu petani muda binaan Panah Merah asal Kabupaten Pringsewu yang beralih dari tanaman padi ke tanaman holtikultura sejak lima tahun lalu, mengaku sangat terbantu dengan adanya program dari Petani Muda Panah Merah (PNPM). 

"Saya dulu menjadi petani padi, tapi sudah lima tahun ini saya beralih menjadi petani holtikultura dengan bimbingan dari Panah Merah," katanya. 

Ia manambahkan, adanya pendampingan dari panah merah saya bisa mengerti cara rotasi tanam agar bisa memutus hama penyakit tanaman, bisa mengetahui benih berkualitas dari Panah Merah. 

"Dengan adanya pendampingan panah Merah saya bisa mendapatkan pengetahuan tentang benih berkualitas bagus dan hasil tanaman yang bagus," terangnya. 

Selain itu, Edi juga mengajak pemuda yang berada di desanya untuk beralih dari bekerja di kota untuk bertani, karena menurutnya bertani juga bisa menghasilkan uang. 

"Saat ini saya membina kelompok wanita tani sebanyak 20 orang, dan yang saya rasakan adalah manfaat penghasilan, sebelumnya berani padi saya hanya bisa mendapatkan untung limarl ratus ribu sekali panen, dengan beralih ke sayuran saya pertiga bulan saya dapat menghasilkan keuntungan bersih sepuluh juta rupiah, dengan menanam tanaman seperti terong, timun, Pare, tomat, dan labu air," pungkasnya. 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar