Dinkes : Jumlah kasus DBD di Bandarlampung turun

id Dinkes Bandarlampunh,Kasus DBD

Dinkes : Jumlah kasus DBD di Bandarlampung turun

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli, saat dimintai keterangan, di Bandarlampung, Senin (23/12/2019) (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung menyebutkan jumlah kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Bandarlampung pada 2019 akan mengalami penurunan dibandingkan  dengan tahun 2018.



"Dari Januari hingga Desember 2019 tercatat 800 orang terjangkit penyakit DBD, sedangkan  tahun 2018 jumlah kasusnya mencapai 900 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, di Bandarlampung, Jumat.



Ia mengungkapkan, dari banyaknya masyarakat yang terkena DBD sepanjang tahun 2019 ini, tidak ada penderita DBD meninggal dunia, sedangkan tahun lalu terdapat dua orang meninggal dunia akibat DBD.



"Pada bulan Desember 2019 ini tidak ada warga Bandarlampung terserang DBD," kata dia.



Kepala Dinkes Bandarlampung itu mengatakan bahwa upaya mereka untuk mengantisipasi penyebaran virus DBD yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti adalah melakukan pengasapan di wilayah 20 kecamatan tanpa melihat ada kasus DBD atau tidak di daerah itu.



Selain itu, pihaknya sudah memberikan serbuk abate dan para kader puskesmas juga telah melakukan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada warga.



"Untuk daerah endemik kasus DBD di Bandarlampung tidak ada,"  katanya.



Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan membersihkan genangan air yang ada di halaman sekitar yang menjadi tempat nyamuk bersarang.

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar