Putin: Pemakzulan terhadap Trump dengan alasan 'dibuat-buat'

id Vladimir Putin,Kasus Pemakzulan,Donald Trump,Trump

Putin: Pemakzulan terhadap Trump dengan alasan 'dibuat-buat'

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara pada konferensi pers usai KTT BRICS di Brasilia, Brazil, Kamis (14/11/2019). ANTARA/Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS/tm (VIA REUTERS/SPUTNIK)

Moskow (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis mengatakan bahwa Demokrat AS memakzulkan Presiden Donald Trump dengan alasan "yang dibuat-buat" untuk memutarbalikkan kemenangannya pada pemilu 2016.

Putin, yang berbicara saat konferensi pers akhir tahun, menuturkan bahwa ia berharap Trump mengikuti prosesnya dan tetap menjabat.

DPR AS pada Rabu sepakat memakzulkan Trump, namun Putin, seperti kebanyakan pengamat, menyebutkan dirinya berharap Senat Republik membuktikan bahwa Trump tidak bersalah.

"Tidak mungkin mereka ingin menghilangkan kekuasaan wakil dari partai mereka berdasarkan apa, yang menurut saya, alasan yang sungguh tidak wajar," kata Putin.

"Ini adalah kelanjutan dari pertikaian intra-politik (AS), di mana satu partai yang kalah dalam pemilu, Partai Demokrat, berupaya mencapai hasil dengan menggunakan metode dan cara yang lain.



"Mereka sebelumnya menuduh Trump berkonspirasi dengan Rusia. Kemudian faktanya tidak ada konspirasi dan bahwa itu tidak dapat menjadi dasar untuk pemakzulan. Kini mereka memimpikan (ide) semacam tekanan yang diberikan terhadap Ukraina."

Meskipun begitu Putin mengkritik Amerika Serikat secara umum atas apa yang ia sebut langkah tak bersahabat terhadap Rusia, dengan mengatakan Moskow mengadopsi kebijakan dengan melakukan hal yang sama.

Secara khusus, dirinya keberatan atas penolakan terkait usulan Moskow untuk memperpanjang pakta kontrol senjata New START, yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat digunakan oleh kekuatan nuklir terbesar di dunia.

Baca juga: DPR makzulkan Trump, rakyat AS yang mendukungnya tidak mayoritas

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar