Sudan kurangi jumlah pasukan tempurnya di Sudan, kini tersisai 5.000 prajurit

id Pasukan Sudan,Yaman,PM Abdalla Hamdok

Sudan kurangi jumlah pasukan tempurnya di Sudan, kini tersisai 5.000 prajurit

Sudan Prime Minister Abdalla Hamdok speaks during joint press conference with German Foreign Minister Heiko Maas in Khartoum, Sudan September 3, 2019. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah (REUTERS//MOHAMED NURELDIN ABDALLAH)

Khartoum (ANTARA) - Sudan masih memiliki 5.000 pasukan tempur yang beroperasi di Yaman. Meski demikian, jumlah tersebut turun drastis dari sebelumnya 15.000 pasukan.

Hal itu disampaikan Perdana Menteri Abdalla Hamdok pada Minggu, sekaligus menambahkan bahwa ia yakin tidak ada potensi solusi militer.

Setibanya dari Washington, Hamdock mengatakan tidak ada pembahasan soal penarikan pasukan selama kunjungannya.

"Mengenai Yaman kami katakan bahwa tidak ada solusi militer dan harus ada sebuah solusi politik," kata Hamdok kepada awak media di bandara Khartoum.

Pasukan Sudan dikerahkan sebagai bagian dari aliansi pimpinan Saudi, yang mengintervensi Yaman pada 2015 untuk melawan kelompok al Houthi yang menguasai ibu kota.

Konflik tersebut dilihat secara luas sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran. Al Houthi, yang mengendalikan sebagian besar pusat kota, mengaku pihaknya sedang memerangi sistem korup.

Riyadh menggelar pembicaraan informal soal gencatan senjata dengan al Houthi sejak akhir September, menurut sejumlah sumber, saat pihaknya berupaya keluar dari perang tak populer setelah mitra koalisi utama mereka Uni Emirat Arab membawa pulang pasukannya.

Perang selama empat tahun telah menewaskan puluhan ribu orang dan mendorong jutaan orang lainnya ke ambang kelaparan.

Baca juga: Sudan ingin jadikan Indonesia sebagai model

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar