BBKSDA lepasliarkan satu orangutan di Cagar Alam Sibual-buali

id orangutan tapanuli, bbksda sumut

BBKSDA lepasliarkan satu orangutan di Cagar Alam Sibual-buali

Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) yang diberi nama Paya yang dilepasliarkan di Cagara Alam Konservasi Sibual-buali di Desa Sumuran Kecakatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan setelah mendapat perawatan medis sekitar 2,5 bulan di pusat karantika Mbalin Sibolangit Deli Serdang, Sumatera Utara akibat terluka, Senin (9/12) (ANTARA/Kodir Pohan)

Tapsel (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara melakukan pelepasliaran satu individu Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) yang usianya diperkirakan 40 tahun, di Kawasan Hutan Konservasi Cagar Alam Sibual-buali Desa Sumuran Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tim Human Orangutan Conflict Response Unit (Horcu) Andika Pandu, di Tapanuli Selatan, Senin, mengatakan, orangutan berjenis kelamin jantan yang memiliki berat 46 kilogram tersebut sempat menjalani masa rehabilitasinya di Pusat Karantina Orangutan Batu Mbelin Sibolangit Kabupaten Deliserdang.

"Orangutan itu dirawat setelah KSDA Wilayah III Padangsimpuan mengevakuasinya bersama Tim HOCRU (Human Orangutan Conflict Response Unit) YOSL-OIC (19/9)," kata drh Tim HORCU, Andika Pandu, di lokasi pelepasliaran orangutan.



Evakuasi dilakukan setelah sehari sebelumnya Tim mendapatkan laporan masyarakat Aek Batang Paya Kecamatan Sipirok (18/9) yang menemukan satu individu orangutan terluka.

"Orangutan Paya mengalami luka di daerah frontal (tulang dahi) dana pangkal lengan bagian bawah (axilla) dan tulang cranium (kepala) akibat sesuatu benda ini sempat dirawat medis sekitar dua bulan," katanya.

Terkait seberapa urgensi orangutan terhadap ekosistem, Kepala BBKSDA Sumut Dr Hotmauli Sianturi kepada ANTARA mengatakan sangat penting karena peran orangutan inilah yang membuat hutan ini ada.

"Karena banyak yang tidak menyadari orangutan inilah yang menyebarluaskan bibit-bibit yang ada di hutan yang menjaga keseimbangan ekosistem khususnya di bentang hutan Batang Toru," katanya.

BBKSDA berharap ke depan konservasi satwa liar termasuk orangutan bisa lebih terjaga. Dia mengatakan pembangunan sah-sah saja tetapi kelestarian ekosistem harus terjaga demi keberlangsungan kehidupan ke depan.

Disinggung individu orangutan yang sudah dilepasliarkan oleh BBKSDA Sumut, Hotmauli mengatakan untuk daerah Tapanuli baru kali ini setelah pelepasliaran orangutan di daerah Dairi dan daerah TNGL.

Selain pihak BBKSDA Sumut, KSDA Wilayah III Padangsidimpuan turut dalam pelepasliaran orangutan ini Camat Kecamatan Sipirok Sardin Hasibuan dan sejumlah media cetak, online dan elektronik.
 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar