Yunani tentang keras perjanjian batas maritim Turki-Libya

id Perjanjian Turki Libya,Yunani,batas maritim

Yunani tentang keras perjanjian batas maritim Turki-Libya

Yunani (REUTERS/John Kolesidis)

Athena (ANTARA) - Yunani pada Rabu mengatakan menentang perjanjian Turki dan Libya untuk menentukan batas maritim mereka, namun mengatakan pihaknya dan Ankara - keduanya anggota NATO - berkomitmen melakukan pembicaraan mengenai langkah yang membangun kepercayaan.

Libya dan Turki meneken perjanjian tentang perbatasan di Mediterania pekan lalu, yang dapat memperumit sengketa Ankara atas eksplorasi energi lepas pantai di Mediterania dengan sejumlah negara termasuk Yunani.

Yunani dan Turki terlibat konflik isu lama, mulai dari hak mineral di Laut Aegea hingga Siprus yang terpecah secara etnis. Kesepakatan dengan Libya, membuat Yunani geram, yang menganggap langkah tersebut melanggar hak kedaulatannya.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis bertemu Presiden Turki Tayyip Erdogan di Inggris pada Rabu di sela-sela KTT NATO.

"Saya mengangkat semua isu yang berkaitan dengan tindakan terbaru Turki," kata Mitsotakis melalui pernyataan. "Ketidaksepakatan dari kedua pihak telah dicatat. Namun keduanya sepakat untuk melanjutkan pembahasan soal langkah yang membangun kepercayaan."

Tidak ada komentar langsung dari pihak Turki.

Perjanjian Turki dan pemerintah Libya yang diakui secara internasional, yang memetakan wilayah laut antar kedua negara, diteken pada 27 November.

Tetangga Libya, Mesir, menolak perjanjian tersebut, menyebutnya "tidak sah" seperti halnya Siprus. Sementara itu Yunani mengatakan perjanjian semacam itu secara geografis tidak masuk akal sebab mengabaikan kehadiran Pulau Kreta Yunani antara pantai Turki dan Libya.

Yunani memperingatkan duta besar Libya untuk Athena bahwa jika ia gagal memberikan klarifikasi kepada pemerintah Yunani soal kesepakatan tersebut maka ia bisa diusir, kata juru bicara pemerintah Yunani, Selasa.

"Saya ingin meyakinkan kembali rakyat Yunani bahwa perselisihan dengan Turki ada, ada dan akan terus ada. Namun saya menilai bahwa bila kedua pihak menunjukkan itikad baik maka ini dapat teratasi," kata Mitsotakis.

Ketegangan antara Athena dan Ankara sudah meningkat lantaran pengeboran Turki di Mediterania timur di lepas pantai Siprus dan Uni Eropa telah mempersiapkan sanksi untuk Turki sebagai balasannya.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar