Dispar Biak Numfor usulkan Gua Jepang Binsari jadi warisan dunia UNESCO

id berita,gua jepang biak,gua jepang

Dispar Biak Numfor usulkan Gua Jepang Binsari jadi warisan dunia UNESCO

Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan fasilitas toilet dan kamar mandi di lokasi Goa Jepang Binsari, Rabu (4/12/2019) ANTARA-HO-Dinas Pariwisata

"Dispar Biak Numfor sedang melengkapi berbagai persyaratan administrasi untuk mengajukan pengusulan objek wisata Goa Jepang sebagai situs warisan dunia UNESCO," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Biak Turbey Onisimus Dangeubun di Biak, Rabu.
Biak (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Biak Numfor, Papua mengusulkan objek wisata peninggalan Perang Dunia II, Gua Jepang Binsari, Distrik Samofa sebagai situs warisan dunia UNESCO.

"Dispar Biak Numfor sedang melengkapi berbagai persyaratan administrasi untuk mengajukan pengusulan objek wisata Gua Jepang sebagai situs warisan dunia UNESCO," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Biak Turbey Onisimus Dangeubun di Biak, Rabu.

Ia mengakui, agar semua syarat pengusulan situs warisan dunia Gua Jepang dapat berjalan dengan lancar, pihak Dinas Pariwisata berkerja sama dengan sejumlah pihak terkait untuk membangun akses menuju lokasi objek wisata.

Selain aksesibilitas, menurut Onisimus Dangeubun, berbagai macam fasilitas umum yang menunjang amenitas wisatawan juga telah dibangun untuk menambah daya tarik wisatawan ke Pulau Biak sekitarnya.

Kadispar Onisimus Dangeubun mengatakan, kelestarian objek wisata Gua Jepang menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Biak Numfor karena menjadi tempat sangat bersejarah bagi tentara Jepang saat berperang melawan tentara sekutu pada Perang Dunia II 1943-an.
Baca juga: Pemkab Biak Numfor benahi fasilitas penunjang objek wisata Gua Jepang

Meski demikian, lanjutnya, dalam proses pendaftaran menuju situs warisan dunia pihaknya melakukan berbagai upaya tambahan.

Sebagaimana lazimnya sebuah kota wisata, menurut Kadispar Onisimus, tentu dia tak terlepas dari 3A yakni aksesibilitas, amenitas, dan atraksi wisata.

"Nah kami memang bergerak di ketiga hal tersebut. Pertama dari akses tentu kita bekerja sama dengan pihak dinas pariwisata provinsi untuk menyiapkan tenaga sumber daya manusia pengelola objek wisata," katanya.

Selain aksesibilitas, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga memperbaiki berbagai macam fasilitas umum yang menunjang amenitas wisatawan.

"Yang terakhir itu atraksi wisata sebagai kunci dari keberhasilan destinasi wisata maka kami terus memaksimalkan untuk menambah kelengkapan fasilitas daya tarik kunjungan wisatawan," ungkapnya.

Berdasarkan data penataan objek wisata Gua Jepang hingga tahun 2019 telah dilakukan Dinas Pariwisata Biak, perbankan dan mitra kerja Polri memperbaiki fasilitas toliet MCK dan pintu gerbang masuk kawasan wisata.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar