Polisi Hong Kong tembakkan gas air mata untuk bubarkan unjuk rasa

id Unjuk rasa di Hong Kong,Polisi tembakkan gas air mata

Polisi Hong Kong tembakkan gas air mata untuk bubarkan unjuk rasa

Sejumlah mahasiswa peserta aksi unjukrasa memanjat pagar untuk kembali ke kampus Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) setelah di hadang aparat keamanan Hong Kong, China (18/11/2019). ANTARA/REUTERS/Tyrone Siu/aa. (REUTERS/TYRONE SIU)

Hong Kong (ANTARA) - Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong pada Ahad, setelah suasana relatif tenang dari kekerasan.

Sementara itu warga turun ke jalan-jalan dan meneriakkan "revolusi waktu kami" dan "bebaskan Hong Kong".

Protes yang berlangsung di Distrik Tsim Tsa Tsui terjadi setelah ratusan orang berpawai ke Konsulat Amerika Serikat untuk menunjukkan "terima kasih" atas dukungan AS bagi aksi-aksi unjuk rasa yang sudah berjalan enam bulan di pusat keuangan itu yang diperintah China.

Toko-toko dan bisnis di kawasan itu tutup lebih awal setelah polisi menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa termasuk sejumlah warga lanjut usia dan lainnya yang membawa hewan-hewan peliharaan mereka ketika mereka melintasi kawasan tepi laut di kota itu yang banyak berdiri hotel mewah dan pusat perbelanjaan.

Polisi menangkap sejumlah orang ketika gas air mata membuat ratusan orang menyelamatkan diri ke arah pelabuhan.

Suasana di Hong Kong relatif tenang selama sepekan lalu sejak pemilihan lokal diadakan Ahad lalu dan para calon dari kubu pro-demokrasi meraih kemenangan.

Para pegiat berjanji akan menjaga momentum gerakan antipemerintah yang menjelma menjadi aksi-aksi protes di bekas koloni Inggris itu sejak Juni.

Dengan mengibarkan poster-poster bertuliskan "Jangan lupa mengapa Anda memulai" dan bendera-bendera hitam dengan logo "Revolusi sekarang" para pemerotes menduduki beberapa jalan utama pada Ahad, dengan para pemuda dan keluarga beserta anak-anak mereka memenuhi jalan-jalan di dekatnya.

Sumber: Reuters

 

 

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar