Asita DIY minta pengelola wisata berbenah maksimalkan hadapi libur panjang

id libur panjang,destinasi wisatawan,yogyakarta,wisata yogyakarta

Asita DIY minta pengelola wisata berbenah maksimalkan hadapi libur panjang

Pengunjung melihat pemandangan dari puncak Kebun Buah Mangunan, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.

"Destinasi wisata harus benar-benar menyiapkan diri agar ketika wisatawan datang mereka mendapatkan kesan yang positif sehingga bisa ikut mempromosikannya," kata Ketua Asita DIY Udhi Sudianto di Yogyakarta, Jumat.
Yogyakarta (ANTARA) - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta berharap pengelola destinasi wisata di daerah ini mulai berbenah dan memaksimalkan persiapan menyambut libur panjang akhir tahun.

"Destinasi wisata harus benar-benar menyiapkan diri agar ketika wisatawan datang mereka mendapatkan kesan yang positif sehingga bisa ikut mempromosikannya," kata Ketua Asita DIY Udhi Sudianto di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Udhi, menjelang libur Natal dan Tahun Baru, para anggota Asita di DIY tidak membuat paket khusus bagi wisatawan. Meski demikian, mereka akan memberikan opsi perjalanan wisata dengan mengacu tren pariwisata saat ini.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta tak ingin ada lagi keluhan wisatawan libur akhir tahun

Ia memperkirakan pada libur panjang akhir tahun, wisatawan yang datang ke Yogyakarta masih cenderung memilih destinasi wisata yang bersinggungan dengan alam atau bahkan menyatu dengan alam.

Dengan menikmati destinasi wisata luar ruang, menurut dia, wisatawan biasanya lebih merasa mendapatkan pengalaman baru.

"Artinya tidak hanya menikmati alam tetapi lebih bagaimana wisatawan ikut untuk menjaga dan melestarikan alam," kata dia.

Baca juga: Kota Yogyakarta 2020 tetap andalkan pendidikan dan pariwisata

Selain bersinggungan dengan alam, menurut dia, kecenderungan wisatawan saat ini juga ingin mendapatkan pengalaman dengan budaya lokal, berinteraksi, dan menyatu dengan masyarakat untuk mendapatkan pengalaman budaya. "Wisatawan biasanya ingin mendapatkan pengalaman budaya, baik itu cara hidup, pola hidup, makanan, dan lain sebagainya," kata dia.

Melihat tren wisatawan saat ini, menurut dia, mereka lebih suka untuk bepergian dalam kelompok skala kecil, khususnya yang keluarga.

"Jadi untuk ini kami bisa memilihkan obyek-obyek wisata yang lebih mudah terjangkau dengan kendaraan kecil. Dan khusus untuk grup besar tentunya kami memilih objek yang bisa diakses dengan kendaraan besar," kata Udhi.
Baca juga: Dishub Yogyakarta dorong percepatan penyediaan lokasi parkir wisata
 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar