UEFA beri sanksi Fayenoord saat bertandang ke Porto, buruk perilaku fansnya

id Feyenoord,Young Boys,Porto,Liga Europa

UEFA beri sanksi Fayenoord saat bertandang ke Porto, buruk perilaku fansnya

Penyerang sayap Feyenoord Sam Larsson (kanan) berusaha melepaskan tembakan ke gawang RKC Waalwijk dalam lanjutan Liga Belanda di Stadion De Kuip, Rotterdam, Belanda, Minggu (10/11/2019) setempat. (ANTARA/Twitter@Feyenoord)

Feyenoord dilarang menjual tiket pertandingan kepada para pendukungnya untuk pertandingan Liga Europa bulan depan di Porto, menyusul insiden keributan penonton saat pertandingan mereka melawan Young Boys di Basel, Badan Sepak Bola Eropa UEFA menyatak
Jakarta (ANTARA) - Feyenoord dilarang menjual tiket pertandingan kepada para pendukungnya untuk pertandingan Liga Europa bulan depan di Porto, menyusul insiden keributan penonton saat pertandingan mereka melawan Young Boys di Basel, Badan Sepak Bola Eropa UEFA menyatakan pada Senin.
Baca juga: Dick Advocaat siap latih Feyenoord

Dikutip dari Reuters, UEFA juga menjatuhkan denda Feyenoord sebesar 50.000 euro karena perilaku buruk pendukung mereka saat pertandingan dengan Young Boys yang berakhir dengan kekalahan Fayenoord 2-0 di Swiss bulan lalu dan tambahan 5.000 euro lagi untuk "tindakan perusakan".

Tuduhan gangguan keamanan ini juga terjadi di kandang Feyenoord setelah pendukung mereka melemparkan benda-benda dan menyalakan kembang api.

"Badan Kontrol, Etika dan Disiplin telah memutuskan untuk melarang Feyenoord menjual tiket kepada pendukung saat laga tandang untuk satu pertandingan kompetisi UEFA berikutnya," kata UEFA dalam sebuah pernyataannya.
Baca juga: Jaap Stam mundur sebagai manajer Feyenoord

Klub asal Belanda itu diberi waktu 30 hari untuk menghubungi Young Boys untuk penyelesaian kerusakan yang disebabkan oleh ulah pendukung mereka.

Feyenoord, yang bertengger di peringkat ketiga Grup G, akan menjamu tim Skotlandia Rangers pada Kamis sebelum pertandingan terakhir mereka melawan Porto di Portugal pada 12 Desember.


 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar