Harga minyak turun di tengah kenaikan stok AS dan perkiraan surplus OPEC

id harga minyak,minyak berjangka,minyak WTI,minyak Brent

Harga minyak turun di tengah kenaikan stok AS dan perkiraan surplus OPEC

Anjungan minyak lepas pantai di Huntington Beach, California, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Lucy Nicholson

New York (ANTARA) - Harga minyak turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena minyak mentah berjangka AS tertekan oleh peningkatan persediaan domestik dan rekor produksi, sementara perkiraan dari OPEC untuk surplus minyak yang lebih rendah dari perkiraan menahan Brent dari penurunan lebih jauh.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari turun tipis 0,09 dolar AS menjadi ditutup pada 62,28 dolar per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun 0,35 dolar AS menjadi menetap di 56,77 dolar per barel.

Stok minyak mentah AS meningkat pekan lalu sebesar 2,2 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1,649 juta barel, karena produksi mencapai rekor tertinggi, kata Badan Informasi Energi (EIA).

"Ini benar-benar tentang laporan persediaan hari ini," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago. "Peningkatan pasokan minyak mentah sedikit mengecewakan."

Produksi minyak mentah naik 200.000 barel per hari (bph) ke rekor mingguan 12,8 juta barel per hari, EIA mengatakan dalam laporan mingguannya yang tertunda sehari oleh hari libur Hari Veteran AS.

“Kami mungkin terlalu banyak memproduksi dan membiarkannya tetap berada di tangki penyimpanan,” kata Ryan Kaup, pialang komoditas di CHS Hedging.

Pasar sebelumnya naik sekitar satu persen setelah OPEC menunjuk surplus yang lebih kecil di pasar minyak tahun depan meskipun masih memperkirakan permintaan minyak mentahnya turun karena saingan memompa lebih banyak minyak.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo juga mengatakan pada Rabu (13/11/2019) bahwa kemungkinan akan ada revisi pasokan untuk 2020, terutama dari serpih AS.

Barkindo mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah pengurangan produksi lebih lanjut diperlukan.

Penurunan permintaan dapat menekan kelompok eksportir dan mitra seperti Rusia untuk mempertahankan pembatasan pasokan pada pertemuan 5-6 Desember.

"Hitungan mundur ke pertemuan negara-negara OPEC telah dimulai, dan pertanyaannya apakah kelompok itu dan sekutunya akan memangkas pasokan lebih lanjut," kata Norbert Rucker, kepala ekonomi di bank Swiss, Julius Baer.

"Kondisi pasar saat ini sedang menguji kesabaran dan kohesi negara-negara petro ... Setiap perubahan besar dalam kebijakan akan mengejutkan."

Harga juga dibatasi oleh tanda-tanda beragam untuk permintaan minyak di China, importir minyak mentah terbesar di dunia. Produksi industri China naik lebih lambat dari yang diharapkan pada Oktober, tetapi throughput (jumlah minyak mentah yang melewati sistem atau proses) kilang minyak mencapai level tertinggi kedua pada catatan.
Pewarta :
Editor : Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar