Akademisi sebut PDIP-NasDem sedang "perang dingin"

id Akademisi ,PDIP-NasDem,perang dingin,Widya Mandira Kupang

Akademisi sebut PDIP-NasDem sedang "perang dingin"

Mikhael Raja Muda Bataona. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Kupang (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona mengatakan, sindiran Surya Paloh yang menyebut ada partai nasionalis padahal masih konservatif.

"Menurut saya, jika benar sindiran Surya Paloh itu ditujukan kepada PDIP dan Megawati, maka itu secara psikologis bisa dibaca bahwa saat ini sedang ada "perang dingin" antara PDIP dan Nasdem," katanya kepada ANTARA di Kupang, Selasa.


Artinya, dalam dimensi laten atau tak kasat mata, terbaca bahwa di kubu Jokowi sebenarnya ada dua poros, yaitu poros Nasdem dan poros PDI Perjuangan.

Baca juga: Pengamat nilai manuver politik NasDem karena situasi politik

Hanya saja terbaca bahwa poros PDIP kelihatan lebih diterima oleh mitra koalisi lainnya, yang umumnya masih merasa nyaman dengan distribusi kabinet oleh Jokowi.

"Jadi mereka ini tidak mau terlibat dalam manuver politik pascapelantikan menteri dan kejutan saat masuknya kubu Prabowo dalam pemerintahan Jokowi-Amin," kata dia.

Menurut dia, mereka yang masih nyaman itu adalah Partai Golkar, PKB, dan PPP. Mereka secara psikologis terbaca masih nyaman dengan Jokowi dan PDIP.

Baca juga: Pengamat sebut Jokowi perlu ajak "ngobrol" Paloh

Tapi entah ke depannya nanti seperti apa, belum bisa dipastikan karena Partai Golkar juga akan menggelar Musyawarah Nasional pada Desember mendatang.

Baca juga: Pengamat ingatkan platform politik Jokowi mesti tegas dan jelas

Pewarta :
Uploader : Damiri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar