Kerugian kebakaran objek wisata alam Karangpara capai puluhan juta rupiah

id Kebakaran Wisata Sukabumi,Karangpara Sukabumi,Kabupaten Sukabumi,BPBD Kabupaten Sukabumi,wisata sukabumi

Kerugian kebakaran objek wisata alam Karangpara capai puluhan juta rupiah

Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi yang dibantu warga mencoba memadamkan api yang membakar lahan dan kios yang berada di objek wisata Karangpara, Kampung Padaraang, Desa Kebunmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Antara/Aditya Rohman)

"Kebakaran tersebut selain membakar tiga hektare lahan objek wisata Karangpara di Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh ini juga mengakibatkan tiga kios yang berada di sekitarnya ludes dilalap si jago merah," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi
Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Kerugian akibat kebakaran yang menghanguskan sebagian objek wisata alam Karangpara yang berada di Kampung Padaraang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang terjadi pada Minggu, (10/11) mencapai puluhan juta rupiah.

"Kebakaran tersebut selain membakar tiga hektare lahan objek wisata Karangpara di Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh ini juga mengakibatkan tiga kios yang berada di sekitarnya ludes dilalap si jago merah," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, di Sukabumi, Senin.
Baca juga: DPRD Kabupaten Sukabumi minta usaha kuliner objek wisata cantumkan harga

Informasi yang dihimpun, api mulai muncul di objek wisata andalan Kabupaten Sukabmi ini sekitar pukul 04.00 WIB namun berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.00 WIB. Tidak berselang lama atau sekitar pukul 10.30 WIB api kembali menyala dan dengan cepat membesar serta merembet membakar rumput kering yang ada di sekitar Karangpara.

Tak ayal, tiga kios milik Endang, Bakri dan Iyeng ikut terbakar bersama tiga hektare objek wisata tersebut. Meskipun tidak ada korban jiwa pada bencana ini tetapi, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Api baru bisa padam sekitar tiga jam setelah sejumlah personel TNI , Polri aparat desa yang dibantu warga sekitar ikut membantu proses pemadaman api. Tetapi, pemilik yang warungnya terbakar tidak bisa menyelamatkan barang dagangannya.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas, terik ditambah tidak ada hujan dalam sepekan terakhir ini belum lagi angin bertiup cukup kencang sehingga, rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"Meskipun api sudah padam namun, kami masih memantau aktivitas di lokasi antisipasi kebakaran terjadi kembali. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi dampak karena, di sekitar objek wisata itu terdapat sejumlah bangunan seperti warung dan lainnya," katanya pula.
Baca juga: Pemkab Sukabumi jadikan ayam pelung destinasi agrowisata

Daeng menerangkan untuk penyebab terjadinya kebakaran ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian tapi diduga kebakaran itu bisa saja dari puntung rokok atau lain hal karena, beberapa kejadian kebakaran yang terjadi sepekan terakhir ini penyebabnya dari puntung rokok yang baranya masih menyala.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar