Jika terlanjur alami gagal jantung, wajib perbaiki pola hidup

id jantung,penyakit jantung,stroke

Jika terlanjur alami gagal jantung, wajib perbaiki pola hidup

Warga berlatih 'Pertolongan Bantuan Hidup Dasar' dengan dipandu petugas medis RSUD dr. M Soewandhie di Taman Bungkul Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/9/2019). Pada peringatan Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) itu digelar pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan jantung dan pelatihan 'Pertolongan Bantuan Hidup Dasar' kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama.

Bandarlampung (ANTARA) - Apabila seseorang terlanjur mengalami gagal jantung maka wajib memperbaiki pola hidup dan mengendalikan faktor risiko.
 
"Kalau sudah terjadi gagal jantung, lakukan prevensi sekunder. Perbaiki pola hidup, stop merokok dan memilih makanan sehat," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Columbia Asia Pulomas, Jakarta, dr Dicky Armein Hanafy, SpJP(K), FIHA.
 
Dari sisi pola makan, dia menyarankan pasien mengurangi lemak total hingga kurang dari 30 persen dari total asupanasupan energi, konsumsi asam lemak jenuh tidak lebih dari sepertiga total lemak dan kolesterol kurang dari 300 miligram per hari.

"Ganti asam lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh dari sayuran dan makanan laut. Tingkatkan asupan buah, sereal dan sayuran. Kurangi asupan kalori bila berat badan perlu diturunkan dan kurangi asupan garam dan alkohol bila tekanan darah tinggi," ujar Dicky.

Baca juga: Cara turunkan risiko gagal jantung adalah kendalikan hipertensi

Selain itu, beraktivitas fisik dan perlahan meningkatkan frekuensinya, makan obat sesuai anjuran dan kontrol ke dokter jjuga menjadi keharusan pasien gagal jantung.

Hal lain yang tak kalah penting adalah mengenali faktor risiko penderita gagal jantung dan memperbaikinya. Faktor risiko ini antara lain dipicu hipertensi, penumpukan lemak di pembuluh darah jantung sehingga suplai oksigen dan darah terganggu, penyakit otot jantung karena hipertensi, faktor genetika, gangguan irama jantung dan kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Dicky mengungkapkan, bila gagal jantung terjadi maka penderita akan sulit pulih. Namun, banyak modalitas terapi untuk memperbaiki gagal jantung.

"Terapi medikamentosa masih menjadi tulang punggung pengobatan gagal jantung, harus dimaksimalkan. Tujuan dari pengobatan gagal jantung adalah memperbaiki kualitas hidup dan angka harapan hidup penderita," ungkap dia.

Gagal jantung terjadi saat jantung gagal memompa darah dalam jumlah memadai untuk mencukupi kebutuhan metabolisme. Ini merupakan kondisi akhir dari setiap penyakit jantung termasuk aterosklerosis pada arteri koroner, serangan jantung, kelainan katup jantung maupun kelainan bawaan.

Baca juga: Ini tips herbalife mencegah serangan jantung
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar