Lampung pamerkan telur herbal kualitas organik pada HPS di Sultra

id HPS

Lampung pamerkan telur herbal kualitas organik pada HPS di Sultra

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca Panen Lampung, Anwar Bahri, saat memegang telur herbal, di pameran HPS ke-39 di Sultra. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung kembangkan ternak dengan kualitas organik berupa ayam probio (ayam herbal) dan telur herbal yang dipamerkan pada Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca Panen Lampung, Anwar Bahri mengatakan, yang membedakan ayam dan telur herbal ini dengan yang lain adalah makanan dan minuman yang diberikan pada ternak berbahan herbal.

"Pakan dan minuman yang diberikan pada ternak itu berbahan herbal seperti mengkudu, lengkuas dan beberapa pakan lainnya yang sudah diteliti oleh seorang profesor dri Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Sri Harimurti," kata Anwar Bahri saat ditemui pada pameran HPS di Kendari, Sabtu.
 
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca Panen Lampung, Anwar Bahri. (ANTARA/Harianto)



Anwar menjelaskan, telur herbal yang dipamerkan itu dapat membantu sistem imun tubuh karena mengandung Immunoglobulin Yolk (IgY) yang lebih tinggi dari pada yang lain, aman dikonsumsi bagi yang alergi telur, bebas bakteri salmonella dan colli, serta dapat mencegah kanker.

"Tingkat keamanan produk itu dari farm petelurnya ada tiga zona biosecurity yaitu zona merah, kuning dan hijau. Dan ketiga zona itu diperlakukan sangat ketat dan orang tidak bisa masuk sembarangan sehingga proses produksi sangat terjaga," jelasnya.

Ia mengatakan, untuk harga jual telur herbal itu berkisar Rp25 ribu per sepuluh butir dengan ketahanan telur dua minggu pada suhu ruang dan satu bulan apabila dimasukkan ke dalam kulkas dan untuk ayam herbal Rp50 ribu per bungkus ukuran 0,8-1 kg.

Selain memproduksi ayam dan telur herbal, Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung juga memproduksi susu kambing etawa, abon sapi, kerupuk kulit sapi, dan telor asin.
 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar