Dokter Saraf RSUP Sanglah tampilkan senam vitalisasi otak untuk lanjut usia

id Senam vitalisasi otak, lansia, hari stroke sedunia, RSUP Sanglah

Dokter Saraf RSUP Sanglah tampilkan senam vitalisasi otak untuk lanjut usia

Dokter Spesialis Saraf, Gusti Ayu Dwiantari, Sp. S di RSUP Sanglah, Denpasar (ANTARA/Ayu Khania Pranisitha/2019)

Denpasar (ANTARA) - Dokter Spesialis Saraf RSUP Sanglah Denpasar, I Gusti Ayu Dwiantari, Sp.S., menyambut Hari Stroke Sedunia dengan menampilkan senam sehat stroke (vitalisasi otak) bagi lansia dengan sasaran mereka yang berusia 60 tahun ke atas.

"Ini merupakan tesis saya sebelumnya yang judulnya perbandingan senam vitalisasi otak dengan senam lansia untuk meningkatkan fungsi kognitif, untuk lansia di Denpasar Barat dengan hasilnya yang signifikan," kata I Gusti Ayu Dwiantari di RSUP Sanglah Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan senam itu ditujukan kepada lansia yang sehat tanpa memiliki riwayat penyakit hipertensi, kencing manis, stroke sebelumnya, dapat beraktivitas seperti biasa dan bisa baca tulis, minimal pasien dengan tamatan SD.

Dwiantari mengatakan senam itu memang diperuntukkan bagi lansia yang memang mengalami penuaan normal karena usia, agar tidak mengaburkan gangguan fungsi kognitifnya, karena sakit atau memang karena penuaan dini.
 
Baca juga: Dokter :Cegah stroke dengan kontrol faktor risiko
Gerakan yang ditonjolkan dari senam ini, berupa yaitu gerakan permohonan, gerakan kepak kupu-kupu, gerakan merangkai bunga melati yang digambarkan seperti gerakan tangan.

"Pada pemanasan ada gerakan otot-otot tangan ekstremitas kemudian pada pendinginan itu diutamakan ke bagian muka wajah yaitu untuk saraf-saraf fasialis," katanya.

Untuk mendapatkan hasil yang signifikan, kata dia, bisa dilakukan rutin selama empat minggu.

Dia menjelaskan hasil signifikan itu diukur dengan uji statistik, yaitu P kurang dari 0,01.

Sebelum dilakukan senam, para lansia melalui tes moca ina, dengan tes fungsi kognitif, berupa beberapa fungsi, seperti fungsi eksekutif, fungsi memori, penggunaan bahasa, dan fungsi untuk menghitung atensi perhatian.

Dia menjelaskan fungsi kognitif itu berupa penilaian fungsi cara berpikir seperti fungsi ingatan ketika mengambil keputusan kemudian pengulangan fungsi bahasa itu menjadi lebih baik.

"Dari perbandingan senam vitalisasi otak dengan senam lansia, hampir 90 persen senam vitalisasi otak ini hasilnya bisa meningkatkan fungsi kognitif pada lansia, lebih baik dari senam lainnya," katanya.

 Baca juga: Johnson sang legenda atletik kampanyekan pendidikan soal stroke
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar