Sumur bor warga pesisir Lampung Timur mulai kering

id Margasari Kabupaten Lampung Timur, air bor, musim kemarau

Sumur bor warga pesisir Lampung Timur  mulai kering

Masyarakat Kota Metro mengambil air di sumur bor (Antaralampung.com/Hendra Kurniawan)

Lampung Timur (ANTARA) - Sumur bor warga di wilayah pesisir laut  Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung mulai kering sehingga masyarakat setempat perlu mendapatkan pasokan air bersih.
 
Wati,  salah satu warga Desa Margasari, Jumat, mengungkapkan bahwa sumur bornya kering sudah hampir sepekan. 

"Airnya yang keluar hanya sedikit, bahkan hari ini tidak keluar sama sekali," ungkap Wati. 

Dia mengatakan untuk mencukupi air guna keperluan mandi dan cuci, sementara waktu ini membeli air dari pedagang air bersih yang dijual keliling. 

Pedagang air bersih tersebut berasal dari desa tetangga yang setiap hari rutin berkeliling. 

Satu jerigen air bersih dihargai Rp2,500 sampai Rp3.000. 

Warga lainnya,  Yanto mengatakan pula sumur bornya mengering. 

Kendati sudah ditambah pipa paralon agar air bisa naik ke permukaan. 

"Tetap kering, tidak keluar airnya," ujarnya. 

Meskipun demikian, masih ada sumur bor warga yang tetap mengeluarkan air sewaktu disedot. 

Seperti punya Mida, air bornya masih mengalir deras kendati sejumlah tetangganya mengering. 

"Masih keluar air bor saya, masih deras," katanya. 

Dampak kemarau panjang tahun  ini telah membuat sejumlah lahan sawah dan saluran irigasi mengering termasuk sumur warga. 

 Baca juga: BPBD Metro sediakan 18 sumur bor antisipasi kekurangan air
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar