Presiden Bashar temui tentara di garis tempur

id Presiden Bashar al-Assad,Personel militer,Garis depan

Presiden Bashar temui tentara di garis tempur

Tentara Suriah melakukan swafoto ketika Presiden Bashar al-Assad (tengah) mengunjungi tentara pemerintah di Ghouta Timur pinggiran Damaskus pada 18 Maret 2018. (SANA)

Damaskus (ANTARA) - Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Selasa (22/10) mengunjungi satuan Tentara Arab Suriah yang beroperasi di garis depan di pinggir selatan Idlibe dan pinggir utara Hama.

Selama kunjunganya, Presiden Bashar, yang disertai oleh Menteri Pertahanan Jenderal Ali Abdullah Ayyoub, diberi penjelasan singkat oleh para komandan pasukan yang ditempatkan di Kota Kecil Al-Habit mengenai situasi saat ini di lapangan, kata Kantor Berita Suriah, SANA --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu. Secara khusus Presiden Bashar mendapat penjelasan setelah operasi tempur yang telah menghasilkan kekalahanan pelaku teror dan penegakan kembali kendali atas puluhan desa dan kota kecil yang tersebar di seluruh ratusan kilometer.

Para komandan juga memberi penjelasan kepada Presiden Bashar mengenai persiapan dan kesiapan pasukan untuk membebaskan Idlib dan daerah lain tempat organisasi teror masih ada.

Presiden Bashar mengatakan, "Apa yang telah dicapai oleh Angkatan Bersenjata kita belakangan ini dengan pembebasan Khan Sheikhoun dan desa di sekelilingnya adalah bagian dari rangkaian kemenangan yang terdiri atas jalur alamiah Tentara Arab Suriah selama bertahun-tahun perang melawan terorisme. Ini adalah hasil dari upaya besar dan pengorbanan besar oleh para pahlawan Tentara Arab Suriah yang mewujudkan keinginan rakyat untuk mempertahankan Presiden Suriah itu menambahkan, "Apa yang telah Suriah lalui selama sembilan tahun ini dapat dikaitkan dengan babak permainan yang disiapkan dan diarahkan dan dilaksanakan oleh satu pihak, tapi pada masing-masing babak itu akan memiliki pelaku atau ciri khas utama yang berbeda, dan pelaku utama tahap saat ini adalah Erdogan, yang telah menjadi pion paling berhasil di tangan majikannya, Amerika, dan menjadi pencuri yang mencuri gandum, minyak dan pabrik, dan sekarang berusaha mencuri tanah."


Presiden Bashar menyatakan bahwa walaupun sebagian telah bertaruh pada pihak asing dan bukan bertaruh pada tanah air mereka, dan mereka telah menolak berkoordinasi dengan rekan mereka sesama warga negara guna mencegah para pencuri melaksanakan rencana mereka, apa yang penting sekarang ialah mengumpulkan upaya untuk mengurangi penyerbuan dan mengalahkan penyerbu, yang menjadi kewajiban nasional dan konstitusional.

Sumber: SANA Agency
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar