Politisi PKS ucapkan selamat pada pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin

id Pelantikan Presiden,Presiden Jokowi,Masyarakat bersatu dukung pemerintah

Politisi PKS ucapkan selamat pada pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin

Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Alhabsy (ANTARA/)

Bogor (ANTARA) - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Alhabsy mengucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang akan dilantik pada forum sidang paripurna MPR R pada Minggu hari ini.

"Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden ini sebagai pengukuhan kepemimpinan pada pemerintahan baru yakni pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua," kata Aboebakar Alhabsy melalui pernyataan tertulisnya, Minggu.



Aboebakar Alhabsy mengatakan hal itu menanggapi pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada sidang paripurna MPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Minggu, mulai pukul 14:30 WIB.

Menurut Aboebakar Alhabsy yang sering disapa Habib setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden maka seluruh masyarakat Indonesia harus bersatu dan bersama-sama mendukung pemerintahan yang baru.

"Tidak ada lagi pembelahan di masyarakat. Semuanya harus bersatu bersama-sama membangun bangsa dan negara," katanya.



Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan ini berharap, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dapat segera mengimplementasikan visi misinya selama kampanye yang kemudian dimasukkan ke dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM), untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, dengan berlandaskan gotong-royong.

"Saya kira selama lima tahun ke depan, akan menjadi tantangan bagi presiden dan wakil presiden untuk merealisasikan visi misinya. Apalagi Presiden Jokowi telah diberikan kesempatan kedua, sehingga memiliki waktu yang sangat panjang untuk melaksanakan visi misinya," katanya.

Aboebakar menaruh harapan besar Presiden Joko Widodo dapat konsisten dengan visi misinya, menjadikan Indonesia berdaulat dan mandiri.



Menurut dia, selama ini publik banyak yang mempertanyakan soal hutang Indonesia ke China, buruh dari China serta proyek pembangunan infrastruktur dari investor China yang menyertakan buruhnya.

"Masyarakat banyak menghubungkan hal tersebut dengan kedaulatan dan kemandirian Indonesia. Saya kira, kita semua akan melihat apakah visi misi Presiden itu dapat direalisasikan atau tidak," katanya.
Pewarta :
Editor : Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar