Kunjungan wisatawan ke Sabang lebih 200 ribu orang

id Aceh,Sabang,Kunjungan Wisman,Wisatawan Nusantara,Pemerintah Sabang,Pemerintah Aceh,Pemprov Aceh,2019

Kunjungan wisatawan ke Sabang lebih 200 ribu orang

Panorama kota Sabang sebagai pulau terluar paling barat Indonesia (ANTARA/Khalis)

Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Sabang menyatakan terhitung hingga Juli 2019 tercatat sebanyak 277.017 orang wisatawan berlibur ke pulau terluar paling barat Indonesia tersebut, diantaranya sebanyak 11.868 orang wisatawan mancanegara.



"Itu masih data sampai Juli tahun ini. Belum termasuk lima bulan terakhir," kata Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Sabang, Murdiana kepada Antara, Minggu.



Dia menjelaskan, pada 2016 kunjungan wisatawan ke Sabang mencapai 734.961 orang, dan 10.036 orang diantaranya wisatawan mancanegara. Kemudian, pada 2017 mereka juga mencatat 739.256 orang wisatawan ke Sabang, dan 2.981 diantaranya wisaman.



"Pada 2018 sebanyak 709.506 wisatawan nusantara dan 29.827 orang wisatawan mancanegara. Data ini hanya untuk kunjungan wisatawan ke Sabang bukan per objek wisata," katanya.



Sementara itu, Sekretaris Disbudpar Sabang, Harry Susethia mengatakan pemerintah kota Sabang terus melakukan pengembangan pariwisata baik fisik maupun non fisik dalam upaya memberi pelayanan terbaik dan peningkatan kunjungan wisatawan ke Pulau Weh tersebut.



"Arah pengembangan pariwisata kita ke depan ini fisik dan non fisik. Kalau fisik kita mulai pengembangan kawasan wisata baik yang sudah ada atau yang belum ada," kata Harry.



Dia menjelaskan, pemerintah terus berupaya melakukan pengembangan sumber daya manusia pariwisata di Sabang dalam upaya memberi pelayanan yang baik. Kata dia, minimal seluruh pelaku wisata di Sabang mulai dari pemandu, sopi angkutan, pelayan restaurant dan lainnya, telah mengantongi sertifikasi dari pemerintah melalui balai latihan kerja (BLK).



"Sabang ini yang diandalkan pariwisatanya, dan juga harapan kita ini pariwisata dikelola secara terus menerus dengan tidak merusak alam dan sebagainya," kata dia.



Menurut Harry, Pulau Weh tesebut memiliki alam yang tidak kalah dengan destinasi wisata terkenal lain di Indonesia seperti Bali, Lombok, dan lainnya. Namun, kita harus meningkatkan kualitas manajemen yang lebih bagus sehingga wisatawan tidak hanya datang ke Sabang cukup sekali saja.



"Kita ingin wisatawan tetap continue datang ke Sabang, jangan sekali datang besok sudah enggak mau datang lagi. Promosi yang paling murah kan dari mulut ke mulut. Jadi baik atau buruknya keadaan di Sabang akan disampaikan oleh individu satu ke individu lain," katanya.

Pewarta :
Editor : Muklasin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar