NTT prioritaskan transaksi ekonomi Festival Li Ngae di Semau

id Disparekraf NTT, Festival Li Ngae Pulau Semau, Festival pariwisata, transaksi ekonomi di festival,festival li ngae

NTT prioritaskan transaksi ekonomi Festival Li Ngae di Semau

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur, Wayan Darmawa. Pemerintah Provinsi NTT memprioritaskan transaksi ekonomi pada Festival Li Ngae di Pulau Semau, Kabupaten Kupang pada 18-25 Oktober mendatang. (Antara foto/Aloysius Lewokeda)

pemerintah provinsi memprioritaskan transaksi ekonomi pada Festival Li Ngae di Pulau Semau, Kabupaten Kupang pada 18-25 Oktober mendatang.
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur, Wayan Darmawa, mengatakan pemerintah provinsi memprioritaskan transaksi ekonomi pada Festival Li Ngae di Pulau Semau, Kabupaten Kupang pada 18-25 Oktober mendatang.

"Ada pergeseran pendekatan dalam pelaksanaan festival Li Ngae di Pulau Semau kali ini dengan prioritas lebih pada transaksi ekonomi," katanya di Kupang, Jumat.
Baca juga: Presiden Hadiri Festival Tenun Ikat Sumba 2017

Dia menjelaskan, dalam festival kali ini, pihak penyelenggara kegiatan tidak menyediakan fasilitas secara gratis bagi pengunjung seperti transportasi maupun makanan dan minuman.

Para tamu yang datang, lanjutnya, akan membeli paket tertentu untuk ikut menikmati festival, seperti paket untuk transportasi, penginapan, dan makan minum.

"Jadi penyelenggara yang menyiapkan misalnya transportasi ke Pulau Semau dan ke berbagai objek wisata sekitarnya, dan lainnya disiapkan paket-paketnya," katanya.

Wayan menjelaskan, pendekatan pelaksanaam festival ini berbeda dengan berbagai festival yang selama ini digelar di provinsi setempat yang lebih berorientasi pada pelestarian dan promosi.

"Kalau sebelumnya belum ke aspek nilai ekonominya, misalnya kalau kita keluarkan Rp1 miliar bisa dapat Rp2 miliar, belum sampai ke tahap itu," katanya.
Baca juga: Dinas Pariwisata Ende apresiasi partisipasi warga jaga TN Kelimutu

Mantan Kepala Bappeda NTT itu mengatakan, pemerintah Provinsi menginginkan agar pelaksanaan festival pariwisata memberikan dampak perekonomian yang dirasakan langsung masyarakat setempat.

Karena itu, lanjut dia, pelaksanaan festival-festival ke depan akan lebih mengedepankan pada pendekatan transaksi ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor usaha masyarakat setempat.

"Memang secara konten, festival-festival kita sudah bagus tapi nilai ekonominya yang harus kejar lagi dengan melibatkan berbagai pihak terutama masyarakat," katanya.
Baca juga: Penjualan paket wisata Pulau Komodo normal lagi
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar