Orang asing yang hilang di Raja Ampat itu masuk tanpa melapor

id Raja Ampat

Orang asing yang hilang di Raja Ampat itu masuk tanpa melapor

Pemandangan destinasi wisata Raja Ampat (Foto Antara Papua Barat/ Ernes)

Waisai (ANTARA) - Aurelien warga asal Swiss yang dilaporkan hilang di dalam hutan Misool Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, masuk daerah tersebut tanpa melapor kepada pemerintah daerah setempat.

Pria asal Swiss tersebut belum dapat disebut sebagai wisatawan karena tidak melapor kepada pemerintah daerah apa tujuannya masuk ke Raja Ampat.

Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo di Waisai, Jumat, mengatakan bahwa orang asing tersebut tidak terdata sebagai wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat.

Baca juga: Melakukan perjalanan tanpa pemandu, wisatawan asal Swiss terjebak di hutan Raja Ampat

"Sesuai aturan orang asing yang berkunjung ke Raja Ampat wajib melapor dan membayar retribusi yang sudah ditetapkan. Sedangkan pria yang hilang tersebut tidak melalui proses yang ada," ujarnya.

Pencarian terhadap Aurelien oleh tim Basarnas Sorong telah dihentikan untuk sementara waktu karena sulitnya medan.

Kepala Kantor Basarnas Sorong, Sunarto yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan bahwa hingga kini pria tersebut belum ditemukan dan belum diketahui pula kondisinya.

Ia mengatakan bahwa pencarian terhadap wisatawan asing tersebut telah dihentikan karena medan yang ditempuh sulit. Tim pencari korban di Misool telah ditarik kembali ke Sorong.

"Kendala pencarian adalah menuju tempat atau titik dimana korban minta pertolongan melalui satelit sangat sulit, batuan karang terjal tak bisa dilewati," tambah dia.

Baca juga: Pencarian wisman asal Swiss yang hilang di hutan Papua dihentikan sementara
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar