Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter sejak dini

id Waykanan, pramuka waykanan, pramuka asyik, pramuka gembira, pramuka cerdas, pendidikan anak, karakter anak, wakil bupati waykanan, kwarcab pramuka way

Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter sejak dini

Ka Kwarcab Pramuka Waykanan Edward Antony saat memberikan pendidikan karakter pada guru-guru Paud di kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Waykanan (Foto : Antaralampung/ Emir F Saputra)

Waykanan (ANTARA) - Kakwarcab Pramuka Waykanan, Edward Antony mengimbau para guru di  daerah itu membina karakter anak-anak sejak usia dini. 

“Dengan adanya pendidikan karakter seperti ini bisa melatih mental anak-anak sejak dini,” katanya di Waykanan, Rabu. 

Menurutnya, masuknya pendidikan pramuka dalam struktur kurikulum pada pendidikan dasar patut diapresiasi. Pramuka dianggap sebagai wahana pembentukan karakter siswa, karena dalam Pramuka siswa dilatih kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, mandiri, dan keberanian.

Selain itu, ini menjadi penyeimbang kegiatan pembelajaran dalam kurikulum formal yang lebih berorientasi pada ranah pengetahuan dan keterampilan.

"Kegiatan Pramuka ini akan mampu membangun kecerdasan siswa pada sikap dan perilaku, sehingga siswa akan mampu mengembangkan karakternya secara positif," katanya.

Menurut dia, hingga saat ini Pramuka menjadi kosakata yang tidak asing lagi dalam dunia pendidikan.

Meskipun sebelumnya Pramuka ini bukan merupakan kegiatan wajib di sekolah, namun faktanya hampir semua satuan pendidikan, mulai SD, SMP, SMA dan di perguruan tinggi, semua sudah mengakui keberadaan kegiatan pramuka.

Baca juga: Wagub Lampung minta Pramuka gerakkan "sapu bersih" perangkap satwa

“Ada beberapa argumen, mengapa pramuka signifikan dalam menunjang pendidikan karakter ini. Salah satunya Pramuka dikenal sebagai kegiatan yang menyenangkan, seperti menyanyi, bermain, tepuk tangan, tali temali, sandi-sandi, dan lainnya,” katanya 

Edward yang juga  Wakil Bupati Waykanan itu menjelaskan, Pramuka adalah salah satu media pendidikan yang berbasis pada pengoptimalan otak kanan siswa.

"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa proses pembelajaran di kelas lebih dominan pada pengembangan otak kiri, sementara pengembangan otak kanan  seringkali mendapatkan porsi yang sangat sedikit. Pramuka adalah wahana pengembangan emosional otak kanan, di mana siswa dilatih untuk berinteraksi, berkomunikasi, kreatif, dan berafiliasi dengan teman-teman lainnya. Di sinilah kemampuan sosial siswa dibangun, sehingga mampu mewujudkan salah satu pilar pendidikan versi Unesco (lembaga PBB yang menangani pendidikan dan kebudayaan), yakni membekali siswa untuk dapat life together, hidup bersama dengan damai dan harmonis," katanya.

Pramuka juga melatih mental yang kuat. Melalui Pramuka, siswa dibekali dengan sikap mental yang tangguh seperti disiplin, berani, loyal, bertanggung jawab dan sifat-sifat lainnya, yang terdapat dalam Dasa Dharma (sepuluh bakti) Pramuka. Sikap mental ini barangkali tidak ditemui dalam proses pembelajaran formal. Adalah sebuah kenyataan bahwa ada siswa yang cerdas dan pandai, namun menjadi sosok yang penakut, tertutup, sulit bergaul dan sebagainya. Di sini Pramuka adalah solusi untuk mengatasi persoalan mentalitas siswa tersebut.

“Dengan itu pramuka menjadi wadah bagi anak-anak untuk bisa membentuk karakter sejak dini. Agar ke depan menjadi anak-anak yang cerdas, pandai dan trampil,”  katanya

Baca juga: Herman HN minta pemuda tetap pada jati diri bangsa
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar