Dinas Pariwisata Ende apresiasi partisipasi warga jaga TN Kelimutu

id Taman Nasional Kelimutu,Desa Wisata Ende, Wisata NTT

Dinas Pariwisata Ende apresiasi partisipasi warga jaga TN Kelimutu

Kawasan wisata Taman Nasional Kelimutu di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (HO Balai Taman Nasional Kelimutu)

Dukungan warga dalam menjaga kelestarian alam kawasan tersebut membuat TN Kelimutu yang berada di Pulau Flores mendapat Planet Award 2019.
Kupang, Nusa Tenggara Timur (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Ende mengapresiasi partisipasi warga sekitar Taman Nasional (TN) Kelimutu dalam menjaga kelestarian alam kawasan tersebut. 

"Yang luar biasa itu masyarakat di sana, semua masih terus menjaga kelestarian alam, kekayaan flora dan fauna tetap dijaga," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende Hiparkus Hepi ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu.
Baca juga: Festival Jatiluwih 2019 di Tabanan menampilkan perpaduan alam dan budaya

Dia mengatakan bahwa dukungan warga dalam menjaga kelestarian alam kawasan tersebut membuat TN Kelimutu yang berada di Pulau Flores mendapat Planet Award 2019.

Hiparkus menjelaskan, warga sekitar TN Kelimutu meyakini bahwa danau tiga warna di kawasan tersebut merupakan tempat bersemayam arwah para leluhur mereka.

"Karena itu mereka wajib menjaganya agar jangan sampai dimarahi para leluhur, nilai ini diwariskan melalui berbagai ritual adat yang dilakukan berkelanjutan ke generasi berikut," katanya.

Ia menambahkan,"Warga di sana hidup menyatu dengan alam sehingga mereka tidak mau alam mereka dirusaki mereka sendiri maupun siapa saja yang datang."
Baca juga: KPH Banawa Lalundu libatkan masyarakat kelola 3 objek wisata alam

Hiparkus menambahkan, kawasan TN Kelimutu merupakan destinasi wisata yang sudah mendunia, karenanya pemerintah daerah ingin memperkuat pemberdayaan masyarakat di desa-desa sekitarnya agar mereka bisa mendapat keuntungan langsung destinasi wisata itu.

Pemerintah daerah mendorong warga sekitar Kelimutu membangun usaha seperti penginapan atau fasilitas wisata yang lain di samping meningkatkan edukasi bagi warga agar terus menjaga kekayaan alam dan budaya di wilayah mereka.

"Mereka terus diedukasi untuk tetap mempertahankan kekayaan alam dan budayanya yang merupakan daya tarik utama," katanya.
Baca juga: Taman wisata alam Gunung Tangkuban Parahu masih ditutup alasan keselamatan

 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar