Anggota Pramuka diminta amalkan Trisatya dan Dasadarma

id Anggota Pramuka,Kwarcab Pramuka,Eva Dwiana,Antara.lampungnews.com

Anggota Pramuka diminta amalkan Trisatya dan Dasadarma

Ketua Kwarcab Pramuka Bandarlampung, Eva Dwiana (tengah) dan Dandim 0410/KBL Letkol Inf Romas Herlandes (kiri) berfoto bersama dengan anggota Pramuka, Minggu (22/9/2019) (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Bandarlampung Eva Dwiana meminta anggota Pramuka mengamalkan janji Trisatya dan Dasadarma Pramuka, serta memupuk persaudaraan dan persatuan antarsesama.

"Saya harap kegiatan ini juga bisa memupuk rasa persaudaraan dan persatuan antarsesama peserta didik yang meliputi ranah spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisikal," kata Ketua Kwarcab Kota Bandarlampung, Eva Dwiana pada acara Jambore Cabang (Jamcab) IV di Bandarlampung, Minggu.

Kegiatan yang diikuti oleh 900 anggota pramuka pangkat penggalang dari SMP dan MTs Negeri maupun Swasta seluruh Kota Bandarlampung itu mengusung tema Millenial, Atraktif, Nasionalis, Terampil, Asyik dan Peduli (MANTAP).

Ia menyebutkan, Jambore kali ini menyajikan 8 zona kegiatan yakni zona integritas, gaul kekinian, adventure, praduli, budaya, pengetahuan, wawasan dan keterampilan, scouting skill dan Zona Pramuka dewasa.

Adapun tujuan dari kegiatan tersebut, lanjutnya, untuk membina dan mengembangkan penghayatan kode kehormatan berupa Janji Trisatya dan Dasadarma Pramuka, memupuk persaudaraan dan persatuan antarsesama peserta didik pada Jamcab ke IV itu, yang meliputi ranah spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisikal.

"Serta sifat kegiatan yang edukatif, kreatif, rekreatif, produktif, inovatif, kompetitif dan menantang," kata dia.

Sementara itu Dandim dari Kodim 0410/KBL Letkol Romas Herlandes mengatakan pendidikan pramuka merupakan wahana yang tepat untuk mengembangan karakter bangsa yang baik.

Pada akhirnya, kata dia, melalui proses pendidikan ini diharapkan ada transformasi yang mampu menumbuhkan karakter positif, serta mengubah watak dari yang tidak baik menjadi baik. 

"Intinya pendidikan yang baik bukan sekedar memberikan ilmu pelajaran saja untuk generasi muda, tapi yang lebih penting yakni dapat mengubah atau membentuk karakter dan perilaku seseorang agar menjadi lebih baik dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar