Festival Lembah Lore masuk kalender kegiatan pariwisata Poso

id Festival Lembah Lore,Poso

Festival Lembah Lore masuk kalender kegiatan pariwisata Poso

Bupati Poso Darmin A Sigilipu memberikan keterangan kepada wartawan saat menghadiri Festival Lembah Lore, di Desa Wanga Kecamatan Lore Peore, Jumat malam (20/9/2019). (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Poso, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah akan memasukkan Festival Lembah Lore ke dalam kalender kegiatan pariwisata, untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di daerah ini.

"Festival Lembah Lore, kalau bisa dimasukkan dalam kalender event pariwisata Kabupaten Poso," ujar Bupati Poso Darmin A Sigilipu, di sela makan bersama "Modulu-dulu" dalam Festival Lembah Lore, di Desa Wanga, Kecamatan Lore Peore, Jumat.

Bupati Darmin A Sigilipu hadir dan mendukung penuh kegiatan Festival Lembah Lore yang diinisiasi oleh para aktivis lingkungan dan LSM di Sulteng.

Bupati mengatakan Festival Lembah Lore harus dilaksanakan setiap tahun secara berkesinambungan.

Karena itu, dengan memasukkan Festival Lembah Lore kedalam kalender event pariwisata Kabupaten Poso, maka secara langsung akan dibiayai lewat APBD serta diselenggarakan setiap tahun.

Namun, agar dapat mencakup seluruh wilayah di Poso, maka nama kegiatan tersebut perlu mengalami perubahan dari Festival Lembah Lore menjadi Festival Tampo Lore.

"Kalau Festival Lembah Lore maka itu hanya bisah dilaksanakan di Napu. Tetapi bila menjadi Festival Tampo Lore, maka bisah juga dilaksanakan di Bada," ujar Bupati.

Bupati menyebut di Bada juga terdapat satu patung megalitikum yang bernama Palindo dengan tinggi empat meter.

"Pemkab mendukung kegiatan ini. Ketika panitia menemui saya beberapa waktu lalu, kita langsung rapatkan dengan panitia yang telah terbentuk dari LSM. Saat itu saya langsung perintahkan pak camat dukung kegiatan ini," katanya.

Atas perintah Bupati Poso, Camat Lore Piore langsung memerintahkan jajarannya mulai dari kepala desa beserta seluruh perangkat desa agar berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yang saat pembukaan diikuti 1.000 lebih masyarakat dan pemerintah.

"Ini juga didukung oleh tokoh adat Lore," ujarnya.

Pemkan Poso telah memiliki beberapa kegiatan daerah yang terdaftat dalam kalender event pariwisata yaitu Festival Danau Poso, Festival Air Terjun Saloupa, Festival Pangan Cerdas.

"Nah kita akan buat seperti Festival Lembah Lore, yang penting dirubah sedikit menjadi Festival Tampo Lore," katanya.
Salah satu warga Desa Wanga mengenakan pakaian adat khas Lore Peore saat menghadiri Festival Lembah Lore, di Desa Wanga Kecamatan Lore Peore, Jumat malam (20/9/2019) . (ANTARA/Muhammad Hajiji)
 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar