Unila galang dana untuk kumpulkan 30 juta masker

id 30 juta masker,Unila sediakan 30 juta masker,masker untuk karhutla,Lampung.Antaranews.com

Unila galang dana untuk kumpulkan 30 juta masker

Mahasiswa Unila yang juga ketua aksi pengumpulan "30 juta masker" Fajar Agung Pangestu(ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Mahasiswa Unila melakukan penggalangan dana untuk menyediakan 30 juta masker yang akan diberikan ke provinsi yang terkena musibah kabut asap akibat dari pembakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kami mahasiswa Unila tentunya akan bergerak cepat untuk penggalangan dana tersebut karena kondisinya juga sudah darurat,"kata mahasiswa Unila yang  menjadi koordinator aksi  "30 juta masker" itu, Fajar Agung Pangestu, di Bandarlampung, Kamis..

Dia mengatakan bahwa penggalangan dana tersebut dilakukan bukan hanya secara umum dengan turun ke jalan, namun juga dengan cara pendekatan kepada dosen-dosen di semua jurusan agar mau membantu untuk melakukan donasi untuk aksi pengadaan 30 juta masker tersebut.
 
"Ini kami sudah mulai berjalan jadi semua BEM di jurusan masing sudah disosialisasikan untuk membantu penggalangan dana ini melalui jaringan mereka baik kerabat, kawan, perusahaan, atau dinas-dinas," kata dia.

Ia mengatakan bahwa nantinya 30 juta  masker tersebut akan disalurkan ke masing-masing BEM di universitas yang ada di provinsi yang mengalami kabut asap karena karhutla.

"Dari 6 provinsi terdampak karhutla ada 20 juta jiwa masyarakat indonesia yang terdampak kabut asap, 30 juta masker akan kami usahakan untuk membantu saudara-saudara di sana," katanya lagi.

Ia pun mengatakan, apabila memang penggalangan dana oleh mereka tidak dapat membeli 30 juta masker, aksi sosial tersebut tetap akan dilakukan, akan tetapi daerah yang terdampak karhutla terparah yang didahulukan.

"Bila tidak target dari 30 juta masker tidak terpenuhi maka yang kami dahulukan untuk menerimanya adalah Riau dan Kalteng karena kedua daerah tersebut cukup parah kabut asapnya," jelasnya.
 

Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar