Polisi panggil penyebar informasi hoaks ricuh suporter bola

id polisi segera panggil, penyebar informasi hoaks, terkait ricuh, suporter sepak bola,ricuh suporter

Polisi panggil penyebar informasi hoaks ricuh suporter bola

Kapolres Kudus AKBP Saptono. Polisi setempat menelusuri penyebar hoaks informasi ricuh suporter bola. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kami akan memanggil pelaku-pelaku penyebaran informasi bohong tentang ricuh suporter bola itu. Pelaku penyebaran juga bisa diproses secara hukum.
Kudus (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, segera memanggil penyebar video maupun gambar yang diduga hoaks terkait dengan ricuh suporter dalam laga Piala Soeratin U-17 antara Persiku Junior dan Persijap Junior di Stadion Wergu Kudus karena meresahkan masyarakat.

"Kami akan memanggil pelaku-pelaku penyebaran informasi bohong itu. Pelaku penyebaran juga bisa diproses secara hukum," kata Kapolres Kudus AKBP Saptono di Kudus, Rabu.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tersebar di media sosial karena tidak semua yang tersebar di medsos bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Informasi yang tidak jelas kebenarannya itu, menurut dia, bisa menyulut emosi dan kecemasan dari masyarakat.

"Jika menerima informasi yang tidak bertanggung jawab dan meresahkan, sebaiknya dikonfirmasikan kepada kami," ujarnya.

Karena semua pihak sudah sepakat berdamai, dia berharap masyarakat bisa kondusif kembali, sedangkan yang berseteru juga diharapkan menggandeng massanya untuk menyudahi konflik.

"Keamanan menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap insiden ricuh suporter serupa tidak terulang. Mari jalin kembali persaudaraan antara suporter Persiku Junior dan Persijap Junior," ujarnya.

Hasil penelusuran petugas di lapangan, kata Kabag Humas Polres Kudus AKP Sardi, tidak ditemukan adanya korban yang terluka parah akibat keributan antarsuporter Persiku Junior dan Persijap Junior pada hari Selasa (17/9).


Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Kudus.

"Ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja menyebarkan gambar dan video hoaks melalui media sosial," ujarnya.

Di antaranya gambar tentang adanya korban yang terluka parah terlihat ada wajah wanita yang berlumuran darah.

Ia juga membantah adanya kerusuhan di tengah jalan yang juga sempat viral di media sosial berdurasi 15 detik.

Pada video tersebut, terlihat sejumlah massa sedang melakukan pengeroyokan terhadap pengendara motor serta terjadi perusakan motor.

"Hasil penelusuran, video tersebut merupakan video tawuran antara suporter Persip Pekalongan dan Persibat Batang," ujarnya.

Video yang diunggah oleh akun YouTube Haryo Seno Bayu Aji itu, kata dia, digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana.

"Kami tegaskan lagi, video tersebut tidak terjadi di Kabupaten Kudus," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar