Pemkab Buton Tengah pakai dana desa genjot wisata

id wisata buton,genjot wisata,dana desa

Pemkab Buton Tengah pakai dana desa genjot wisata

Meriam kuno bekas persenjataan Kesultanan Buton masih terpasang di Tembok Benteng Keraton Wolio di Kelurahan Melai, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Pemkab Buton Tengah mendorong penggunaan dana desa untuk genjot wisata. (ANTARA FOTO/Jojon)

Dana desa dapat membiayai semua sektor berdasarkan aspirasi warga desa setempat termasuk untuk genjot wisata.
Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara menggenjot pembangunan sektor wisata yang anggarannya bersumber dari dana desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sultra Tasman Taewa, di Kendari, Rabu, mengatakan dana desa dapat membiayai semua sektor berdasarkan aspirasi warga desa setempat termasuk untuk genjot wisata.

"Awalnya program dana desa direalisasikan pemerintah memprioritaskan pembangunan atau pembenahan infrastruktur desa, seperti kantor desa, aula rapat desa dan sekretariat tim penggerak PKK," katanya.

Setelah pembangunan infrastruktur desa memadai, anggaran berikutnya dikosentrasikan pada pembangunan sarana publik dan jalan-jalan desa.

"Saat ini pemerintah desa bersama masyarakat merealisasikan pembangunan jalan usaha untuk menunjang produktivitas para petani," kata Tasman.

Anggota DPRD Sultra Rasyid Sawal mengapresiasi program pembangunan sektor wisata yang memanfaatkan dana desa.

"Buton Tengah potensi wisata maritim andalan sehingga beralasan kalau warga desa mengusulkan penganggaran peningkatan sarana obyek wisata setempat," kata Rasyid, politisi PPP daerah pemilihan Buton Tengah.

Mengingat masyarakat Buton Tengah mayoritas sebagai nelayan maka penting program pengadaan sarana prasarana alat tangkap yang disalurtkan melalui kelompok nelayan maupun koperasi nelayan setempat.
 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar