Mahasiswa Lampung gelar aksi solidaritas tolak asap karhutla

id Mahasiswa Lampung,Gelar aksi tolak asap,Antara.lampungnews.com

Mahasiswa Lampung gelar aksi solidaritas tolak asap karhutla

Puluhan mahasiswa Lampung menggelar aksi solidaritas atas kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap di sejumlah provinsi di Indonesia, Selasa (17/9/2019). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Mahasiswa Lampung menuntut pemerintah segera mengambil tindakan cepat untuk pemadaman api di hutan dan lahan yang terbakar tersebut.

Bandarlampung (ANTARA) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Lampung Melawan Asap melakukan aksi damai di Bundaran Rajabasa, Bandarlampung, Selasa, untuk menyampaikan keresahan mereka karena saat ini sudah ada enam provinsi yang terbakar hutan dan lahannya (karhutla) sehingga menimbulkan kabut asap.

Puluhan mahasiswa tersebut melakukan aksi berjalan kaki dari kampus mereka, seperti Universitas Lampung, Politeknik Kesehatan, dan Politeknik Negeri Lampung dengan membawa atribut bertuliskan "Lampung Lawan Asap", "Hutan Bukan Terbakar Tapi Dibakar", dan lain sebagainya hingga berhenti di titik kumpul di Bundaran Rajabasa, tak jauh dari kantor Dinas Kehutanan Lampung.

"Aksi ini kami lakukan sebagai pernyataan sikap kami sebagai mahasiswa Lampung yang merasa terpanggil saat kondisi Bumi Pertiwi tidak baik-baik saja," kata Presiden BEM Unila Fajar Agung Pangestu, di sela aksi tersebut.

Dia mengatakan bahwa saat ini sudah ada enam provinsi yang mengalami musibah kebakaran hutan dan lahan akibat ulah dari oknum yang tidak bertanggung jawab dan telah menyebabkan kabut asap dan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dialami masyarakat.

"Saat ini sudah 200 ribu orang terkena ISPA, dan juga sudah ada jatuh korban jiwa, sehingga kami menegaskan pemerintah harus segera mengambil tindakan," kata dia.

Hari ini, lanjutnya, mahasiswa Lampung menuntut pemerintah segera mengambil tindakan cepat untuk pemadaman api di hutan dan lahan yang terbakar tersebut.

Kemudian, meminta pemerintah untuk segera menindak tegas oknum yang melakukan pembakaran hutan itu, karena masalah ini bukan sekadar musibah biasa tapi musibah yang disengaja.

"Jangan sampai pemerintah acuh dan tidak menindak oknum itu, dan jangan juga sampai pemerintah mengambil uangnya namun masyarakat dikasih asapnya, maka kami mengutuk keras siapa pun itu yang membakar hutan demi kepentingan pribadi di bumi Indonesia," ujarnya pula.
 

Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar