Hakim vonis dosen cabul satu tahun penjara

id Dosen cabul, satu tahun penjara, Lampung.Antaranews.com

Hakim vonis dosen cabul satu tahun penjara

Terdakwa seorang Dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung, berinisial SH didampingi anak nya saat keluar ruangan usai diputus satu tahun penjara. (Antaralampung.com/Damiri)

Bandarlampung (ANTARA) -



Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap terdakwa SH,  dosen salah satu universitas di Lampung karena terbukti berbuat cabul kepada salah satu anak didiknya.

"Terbukti bersalah dan menjatuhkan kurungan penjara selama satu tahun," kata Ketua Majelis Hakim Aslan Ainin, saat membacakan putusan kasus tersebut, di PN Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa.



Dia mengungkapkan, perbuatan terdakwa telah melanggar pasal 290 ke-1 KUHP tentang perbuatan cabul dengan seseorang yang sedang pingsan atau tidak berdaya.
Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan hal yang memberatkan dalam putusan itu terdakwa sebagai seorang pengajar tidak memberikan contoh yang baik bagi anak didiknya dan hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan dalam persidangan.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Maranita menuntut terdakwa agar dihukum dengan kurungan penjara selama dua tahun dan enam bulan. Jaksa juga menuntut dengan pasal 290 ke-1 KUHP tentang perbuatan cabul dengan seseorang yang sedang pingsan atau tidak berdaya.

Atas putusan itu, terdakwa maupun jaksa dalam persidangan menyatakan pikir-pikir.

Perbuatan tersebut terjadi pada Jumat, 21 Desember 2018 sekira pukul 13.20 WIB. Saat itu korban EP mengajak saksi IN hendak mengumpulkan tugas mandiri mata kuliah sosiologi agama II di ruangannya.

Korban mengumpulkan tugas lantaran saat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) dirinya pulang duluan dan tidak sempat mengumpulkan tugas.

Di dalam ruangan terdakwa, korban membelakangi meja kerjanya berhadapan dengan saksi korban yang sedang berdiri. Tugas itu sempat dibuka sebentar oleh terdakwa lalu diletakkan kembali di meja kerjanya.

"Terdakwa menghampiri korban sembari memegang lengan kanan korban, bahu, pipi, hingga bagian dadanya.

Korban lalu berontak dan ke luar ruangan. Korban yang menangis kemudian menceritakan hal itu kepada rekan nya IN. Tidak lama dari kejadian itu, nilai mata kuliah korban mendapatkan E dan korban diminta oleh Ketua Jurusan (Kajur) membuat surat permohonan untuk mengajukan Pembimbing Akademik yang baru.
Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar