Kemendikbud apresiasi Lomba Seni Siswa Nasional

id fls2n lampung, kemendikbud, sekjen kemendikbud, gubernur lampung, antaralampung.com

Kemendikbud apresiasi Lomba Seni Siswa Nasional

Pembukaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tahun 2019, di Bandarlampung, Senin (16/9/2019) (Antara Lampung/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung atas suksesnya penyelenggaraan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tahun 2019.

FLS2N yang diikuti ribuan siswa,  ofisial, pendamping, juri dan panitia itu dinilai luar biasa dan meriah.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Gubernur karena penyelenggaraan FLS2N di Lampung sangat luar biasa,” ucap Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Didik Suhardi saat membuka acara itu bersama Gubernur Arinal di Ballroom Novotel Lampung, Senin.

Sekjen Kemendikbud ini berharap ajang ini selain dapat mengembangkan bakat siswa di bidang seni juga dapat mempersatukan seluruh keberagaman para peserta yang berasal dari 34 Provinsi.

Pada bagian lain, Sekjen Kemendikbud mengungkapkan jika penyelenggaraan FLS2N merupakan rangkaian dalam memperkuat program pendidikan karakter murid di sekolah karena pendidikan tidak hanya bertumpu pada pendidikan dalam bidang akademik tapi juga non akademik.

“Seni merupakan bagian fungsi dari pendidikan. Kita ingin mengoptimalkan kemampuan anak-anak kita di bidang seni dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya sehingga kemampuan seninya dapat terasah dengan baik, karena kita punya kekuatan budaya yang luar biasa” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Arinal mengatakan FLS2N berkontribusi dalam menyiapkan generasi emas Indonesia. Oleh sebab itu sudah sepantasnya menempatkan FLS2N tak sekadar ajang kompetensi mengumpulkan medali, tetapi juga sebagai tolok ukur pembinaan kesenian di sekolah.

"Jika anak-anak memiliki talenta seni harus terus didorong, sehingga kelak mereka dapat menjadi seniman yang profesional dan handal. Seni budaya dan kreatifitas itu penting karena akan berefek pada perekonomian," ujar Gubernur.

Gubernur berharap ajang yang bertajuk “Seni Menyatukan Keberagaman” ini bisa mencetak prestasi yang tinggi yang tidak hanya menjadi kebanggaan provinsi ataupun daerahnya tapi juga kebanggaan bagi siswa Indonesia pada umumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar dalam laporannya menyampaikan jika pelaksanaan FLS2N tahun ini dilaksanakan 15-21 September 2019.

Acara ini diselenggarakan di dua tempat yaitu Provinsi Lampung dengan peserta dari jenjang SMA, SMK dan SLB dan Provinsi Banten untuk jenjang SD dan SMP baik negeri maupun swasta.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini, menurut Sulpakar, antara lain untuk menanamkan apresiasi seni dan sastra, menguatkan pendidikan karakter, mengembangkan sikap kompetitif dan mengasah kepekaan siswa dalam menghargai seni dan karya orang lain.

Jumlah peserta kurang lebih 3.904 partisipan, dengan rinciannya 2.210 peserta, 1436 siswa di Lampung dan 714 siswa di Banten. Sisanya dari ofisial, pendamping, juri dan panitia.

"Para peserta ini akan mengikuti 15 jenis perlombaan, di antaranya yakni menyanyi, gitar, musik tradisional, tari kreasi, tari tradisional, puisi, teater, film pendek, melukis dan MTQ," jelas Sulpakar.
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar