Menlu menggalakkan diplomasi digital untuk kerja sama ekonomi

id diplomasi digital,digital diplomacy,RCDD,Regional Conference on Digital Diplomacy,Konferensi Regional Diplomasi Digital

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Konferensi Regional Diplomasi Digital di Jakarta, Selasa (10/9/2019). (Kemlu RI)

"Kita perlu menggunakan diplomasi digital sebagai alat untuk kerja sama ekonomi," kata Retno Mrsudi.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menggalakkan penggunaan diplomasi digital untuk mendorong lebih banyak kerja sama ekonomi dalam Konferensi Regional Diplomasi Digital yang berlangsung di Jakarta pada Selasa,

"Kita perlu menggunakan diplomasi digital sebagai alat untuk kerja sama ekonomi," kata Retno.

Retno  menekankan bahwa tidak ada negara yang kebal terhadap megatren ekonomi global, seperti meningkatnya ketimpangan, dampak revolusi industri ke-4, dan ketegangan perdagangan antara beberapa negara baru-baru ini.

"Akibatnya, diplomasi dan kerja sama menjadi satu-satunya cara untuk menghadapi tantangan tersebut. Kita harus dapat memastikan bahwa teknologi digital digunakan untuk mengubah ekonomi ke arah yang lebih baik dan untuk memberdayakan masyarakat," ujar dia.

Dia juga menekankan bahwa diplomasi digital harus dapat menjembatani kolaborasi ekonomi dan mendukung lebih banyak keterbukaan.

"Dengan proyeksi penjualan e-commerce ritel global senilai 6,5 triliun dolar AS pada 2022, sektor digital pasti akan menjadi kekuatan ekonomi masa depan," tutur Retno.



Untuk itu, Retno menekankan bahwa diplomasi harus dapat beradaptasi dengan transformasi yang terjadi akibat kecepatan dunia digital agar bisa tetap relevan.

Pemerintah Indonesia menyelenggarakan Konferensi Regional tentang Diplomasi Digital pada 10-11 September 2019 yang dihadiri perwakilan dari 16 negara, yakni perwakilan dari 10 negara anggota ASEAN dan enam negara lainnya, yaitu Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru.

Konferensi Regional tentang Diplomasi Digital itu akan menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan terkait di kawasan untuk membahas peluang dan tantangan mengenai kegiatan diplomasi yang dijalankan di era digital, serta cara menggunakan dan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara efektif dalam diplomasi menuju kemajuan dan kemakmuran bersama.

Konferensi itu juga bertujuan untuk mendorong kerja sama di masa depan dalam mengurangi kesenjangan teknologi dan digital (technological and digital divide) di kawasan.

Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi kesempatan bagi semua pihak yang hadir, termasuk sektor swasta, untuk membangun peluang kerja sama di bidang teknologi digital.


 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar