Dispar Rejang Lebong mengembangkan ekonomi kreatif kerajinan khas

id Batik Kaganga Rejang Lebong

Perajin batik kaganga, batik khas Kabupaten Rejang Lebong. ANTARA

Untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang ada di sini Dinas Pariwisata Rejang Lebong sudah berkomunikasi dengan rumah kreatif Pertamina, agar bisa membantu pengembangan pariwisata dan produk pariwisata Rejang Lebong.
Rejang Lebong (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu saat ini tengah mengembangkan ekonomi kreatif yang ada di daerah itu berupa kerajinan khas daerah itu.

Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Budi Mario Kurniawan di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan ekonomi kreatif yang berpotensi untuk dikembangkan ini ialah jenis kerajinan tradisional asli Rejang Lebong berupa anyaman bambu dan batik kaganga.

"Untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang ada di sini Dinas Pariwisata Rejang Lebong sudah berkomunikasi dengan rumah kreatif Pertamina, agar bisa membantu pengembangan pariwisata dan produk pariwisata Rejang Lebong," ujar dia.

Upaya pengembangan ekonomi kreatif dengan menjalin kerjasama dengan rumah kreatif Pertamina tersebut kata dia, dalam rangka membantu dan mengembangkan usaha kerajinan anyaman bambu dan kerajinan batik kaganga yang merupakan batik khas Rejang Lebong.

Kerjasama pengembangan ekonomi kreatif yang ada di Rejang Lebong ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan pembiayaan yang bersumber dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan dan mempromosikan produk kreatif yang dihasilkan perajin lokal.

Dia berharap, adanya kerjasama ini nantinya bisa mempromosikan hasil industri kreatif di Rejang Lebong ke tingkat nasional dan internasional, mengingat perusahaan ini memiliki banyak relasi.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata Rejang Lebong kata dia, juga sudah menjalin kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) guna membantu pengembangan dan pemasaran produk kerajinan anyaman bambu dan batik kaganga. 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar