10 lifter akan diturunkan di SEA Games

id SEA Games 2019,Angkat Besi,Eko Yuli Irawan,PABBSI,juara umum

Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berlatih disela-sela pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Mess Kwini, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menargetkan juara umum pada perhelatan SEA Games 2019 di Manila, FIlipina. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Jakarta (ANTARA) - PB PABBSI telah menentukan formasi atlet angkat besi yang akan membela Indonesia pada perhelatan SEA Games 2019 di Filipina, yaitu dengan menurunkan total 10 lifter dari putra dan putri.

Penentuan atlet untuk SEA Games itu ditentukan melalui seleksi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) angkat besi yang telah dilaksanakan pada 19-24 Agustus di Bandung.

“Kejurnas kemarin dipakai sebagai seleksi SEA Games. Kita sudah ada formasi untuk tim SEA Games, terutama di bagian putra itu sudah pasti,” kata pelatih nasional angkat besi, Dirdja Wihardja, saat ditemui di Mess Kwini Jakarta, Selasa.

Tim inti SEA Games, kata Dirdja, terdiri dari 10 lifter, dengan rincian empat kelas untuk kategori putra dan enam kelas untuk putri.

Untuk kategori putra, sebanyak empat atlet Pelatnas akan diturunkan. Mereka adalah Surahmat bin Suwoto untuk kelas 55kg, Eko Yuli Irawan kelas 61kg, Deni kelas 67kg, dan Rahmat Erwin Abdullah untuk kelas 73kg.

Sementara untuk kategori putri, PB PABBSI akan menurunkan enam lifternya. Empat lifter berasal dari Pelatnas, dan dua lifter dari daerah.

Namun Dirdja tidak menyebutkan nama-nama atlet putri yang akan diikutkan ke SEA Games. Mereka akan diumumkan setelah mendapatkan surat keputusan atau surat izin bertanding dari Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).

“Dan kita ada dua orang atlet dari daerah kita usulkan untuk bergabung. Jadi kita menunggu keputusan dari Federasi Internasional tentang keberadaan ID-nya dan dopingnya,” kata Dirdja menjelaskan.

Pada perhelatan SEA Games ke-30 di Filipina nanti, PB PABBSI juga membidik gelar juara umum.
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar