Disdikbud harap JIFEST mampu tumbuhkan karakter kuat pada siswa

id Disdikbud Provinsi Lampung ,JIFEST dapat Tumbuhkan Karakter Kuat,Jong Islamieten Festival

Kepala UPTD Wilayah I Disdikbud Lampung Sunardi saat memberikan sambutan pada acara JIFEST, Minggu (8/9/2019) (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mengharapkan melalui kegiatan Jong Islamieten Festival (JIFEST) yang diselenggarakan oleh forum kerja sama alumni rohis (FKAR) dapat menumbuhkan karakter yang kuat dan berakhlak mulia kepada siswa di setiap sekolah di provinsi itu.

"Kami tentunya sangat mendukung acara ini karena kegiatan ini juga sebagai momentum bagi adik-adik di sekolah yang tergabung dalam rohis untuk membawa kedamaian, dan kenyamanan dalam belajar," kata Kepala UPTD wilayah 1 Disdikbud Lampung, Sunardi, di Bandarlampung, Minggu.

Menurut dia, adapun beberapa program rohis seperti meminimalisir buta aksara atau huruf Al Quran di sekolah selaras dengan program yang sedang dijalankan oleh pemrov yaitu Lampung mengaji.

"Sehingga kita harus memberikan sarana kepada mereka dan mempersiapkan anak-anak rohis untuk lebih berperan dalam pendidikan karakter di tempatnya masing-masing," kata dia.

Dia mengatakan bahwa di era digital yang serba canggih banyaknya generasi muda yang tercebur dalam melakukan hal yang negatif. JIFEST merupakan salah satu solusi menghidupkan sekolah yang bernuansa Islami, memiliki karakter, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia.

Mereka inilah, lanjutnya, yang akan menjadi contoh dan tauladan bagi teman sebaya dalam menjalankan aktivitas dan berpendidikan yang beretika.

Sementara itu, ditempat yang sama Ketua Umum FKAR Muarif mengatakan, kegiatan JIFEST ini bertujuan untuk mensyiarkan rohis di Lampung karena selama ini sarana untuk mengekspor kemampuan anggota rohis masih kurang.

"Maka kami FKAR berinisiatif mengadakan JIFEST sebagai wadah bagi rohis untuk mengeluarkan kemampuan yang dimiliki mereka dan dengan dukungan pemprov kegiatan ini akan diadakan setiap tahunnya untuk memperebutkan piala bergilir," jelasnya.

Dia pun mengatakan bahwa kegiatan JIFEST juga berfungsi untuk menangkal isu radikalisme di tubuh rohis dengan memasukkan konten-konten nasionalisme seperti para peserta dan anggota baru harus menyanyikan lagu "Indonesia Raya" kemudian mereka juga diminta untuk berikrar untuk selalu mencintai negara ini.

Muarif menyebutkan, pada gelaran kali ini jumlah peserta yang ikut dalam JIFEST sebanyak 1.300 orang dari 110 sekolah yang sebelumnya 1.093 peserta dari 101 sekolah, ke depan pihaknya akan mengusahakan jumlah peserta dan sekolah yang mengikuti kegiatan ini bertambah karena saat ini mereka masih berfokus kepada sekolah negeri di Bandarlampung.

"Hampir 97 persen SMA/SMK di Bandarlampung ikut dalam kegiatan ini dan kami juga mengundang sekolah dari empat kabupaten lainnya. Ke depan kami ingin sekolah di Kab/Kota di Provinsi Lampung ikut pada JIFEST ini," kata dia.
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar