Sebanyak 9.653 petani Metro ditargetkan terima Kartu Petani Berjaya

id Lampung,Metro,Kartupetaniberjaya,Gubernurlampung,Arinaldjunaidi,Pertanian,DKP3,DinasTPHLampung,Lampung.antaranews.com

Kabid PSP Dinas TPH Provinsi Lampung, Indriatmoko. (Antaralampung.com/Hendra Kurniawan)

Metro (ANTARA) - Sebanyak 9.653 petani di Kota Metro, Provinsi Lampung, diproyeksikan menerima Kartu Petani Berjaya (KPB) dari Pemerintah Provinsi Lampung. 

"Program ini untuk seluruh petani di Provinsi Lampung. Untuk di Kota Metro, semua petani yang dapat," kata Kepala Bidang PSP Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Indriatmoko usai peluncuran KPB di Kota Metro, Kamis. 

Menurut dia, Pemprov akan melakukan uji coba terlebih dahulu di beberapa kota dan kabupaten untuk persiapan penerapan KPB. 

"Ya itu apakah nanti Kota Metro, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur ataupun Kabupaten Pringsewu. Tapi masih menunggu keputusan pak Gubernur Lampung," katanya.

Ia menjelaskan, KPB ini akan diberikan kepada perorangan, bukan lagi diberikan kepada kelompok petani seperti bantuan pupuk bersubsidi. 

"Jadi harus memiliki e - KTP. Karena kalau bantuan pupuk bersubsidi kan berbasis dari e - RDKK dan e - RDKK itu berasal dari e - KTP," jelasnya. 

Menurutnya, melalui KPB ini petani akan mendapat kepastian pupuk, benih, air yang cukup, pendampingan teknologi, jaminan pasar, dan juga asuransi. 

"Tentu ini pemerintah akan bertahap menerapkan ini. Akan diujicobakan dulu," ucapnya.

Kendati semua petani, lanjut Indiatmoko, yang akan mendapatkan pupuk bersubsidi yakni petani yang maksimal memiliki lahan sawah seluas dua hektare.

"Kalau lebih dari dua hektare tidak dapat pupuk bersubsidi. Mungkin nanti kriteria yang lainnya akan menyesuaikan," katanya lagi. 

Kabid Tanaman Pangan DKP3 Kota Metro, Wiji mengatakan bahwa jumlah petani di Kota Metro yang diproyeksikan mendapat KPB sebanyak 9.653 orang.

"Itu berdasarkan data e - RDKK. Jadi semua petani. Karena kalau tidak dapat KPB petani itu tidak dapat pupuk bersubsidi. Karena selisihnya beda," katanya. 

Ia menambahkan, rencananya petani yang mendapat KPB bisa menebus pupuk melalui outlet yang telah disediakan. 

"Ya kalau wacananya seperti itu. Tapi tidak tahu nanti. Karena penerapanya tahun 2020 mendatang," tambahnya. 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar