PGN segera perluas jaringan infrastruktur gas bumi di Yogyakarta

id PGN,Pemkot Yogyakarta,gas bumi, MoU,infrastruktur

PGN segera perluas jaringan infrastruktur gas bumi di Yogyakarta

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti (kiri) dan Direktur Utama PGN Gigih Prakoso (kanan) usai menandatangani kesepahaman bersama (MoU) infrastruktur gas bumi di Yogyakarta, Senin (2/9/2019). ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati

Yogyakarta (ANTARA) - Perusahaan Gas Negara segera memperluas jaringan infrastruktur untuk pemanfaatan gas bumi di Kota Yogyakarta sehingga produknya dari perusahaan tersebut bisa dinikmati lebih luas oleh masyarakat di kota tersebut.

“Selain ditujukan untuk sektor rumah tangga, perluasan jaringan infrastruktur untuk pemanfaatan gas bumi tersebut juga ditujukan untuk industri menengah ke bawah,” kata Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN) Gigih Prakoso usai penandatanganan kesepahaman bersama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, sudah ada satu usaha kuliner oleh-oleh khas Yogyakarta, bakpia, yang memanfaatkan gas yang diproduksi oleh PGN dan perusahaan tersebut juga mendorong pelaku usaha hotel untuk memanfaatkan produk gas PGN karena lebih efisien sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha.

Ia menyebut, proyek percontohan perluasan infrastruktur pemanfaatan gas bumi tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung Kota Yogyakarta menjadi kota hijau.

“Tentunya, kami akan menindaklanjuti kesepahaman bersama ini dengan melalukan studi kelayakan dan dibutuhkan dukungan regulasi dari pemerintah daerah,” katanya.

Studi kelayakan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk dilanjutkan dengan tahap implementasi. PGN menyebut, akan berkoordinasi dengan tim dari Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penyusunan perencanaan termasuk tata kala kegiatan.

Gigih menambahkan, untuk penyediaan energi gas bumi, PGN akan membangun berbagai infrastruktur di sejumlah daerah seperti jaringan pipa distribusi sepanjang 500 kilometer, pipa transmisi 528 km, tujuh liquified natural gas filling station untuk truk atau kapal, lima FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga, dan 17 LNG untuk menyuplai kebutuhan konsumen.

Pada tahun ini, PGN menargetkan mampu membangun 78.216 sambungan rumah dari target 4,7 juta sambungan pada 2025 dan pada saat ini sedang menyelesaikan proyek pipa gas dari Gresik ke Semarang sepanjang 267 kilometer.

“Jaringan pipa tersebut akan memasok gas ke PLTGU Tambak Lorok di Semarang dan akan mengalirkan gas memenuhi kebutuhan konsumen di Jawa Tengah dan Yogyakarta,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, masih banyak masyarakat di Yogyakarta yang belum mengenal produk gas bumi dari PGN. “Harapannya, PGN bisa menyalurkan gas bumi ke rumah tangga di Yogyakarta, termasuk industri kecil karena penggunaannya yang tergolong efisien dan aman,” katanya.

Ia pun meminta agar masyarakat tidak khawatir jika akan dibangun pipa jaringan gas bumi karena pembangunan dan penggunaannya akan memperhatikan standar keselamatan.

“Untuk mengawali agar masyarakat mengenal PGN dan produknya, maka akan dilakukan melalui wahana di Taman Pintar. Nantinya, masyarakat bisa melihat bagaimana gas bumi diproduksi dan akhirnya digunakan di rumah tangga,” katanya.
 

Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar