Lampung akan jadi tuan rumah pertemuan nasional bertema kedaulatan pangan

id mui, kedaulatan pangan, pertemuan nasional lampung, wagub lampung

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim saat audensi dengan Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azrul Tanjung, di Bandarlampung, Jumat (23/9/2019) (Antara Lampung/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah pertemuan nasional bertema kedaulatan pangan di PKOR Wayhalim, Bandarlampung, selama 20-22 September 2019.

"Keunggulan Provinsi Lampung sebagai penyanggah produk-produk pangan dan pusat pertanian Indonesia mendapat apresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azrul Tanjung saat beraudensi dengan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim di Bandarlampung, Jumat.

Acara tingkat nasional tersebut juga akan dihadiri oleh ormas-ormas Islam tingkat pusat, pelaku-pelaku bisnis, organisasi masyarakat, termasuk lembaga pemerintah terkait plus seluruh dinas terkait se-Provinsi Lampung.

Azrul Tanjung menjelaskan tujuan pertemuan MUI untuk mengantisipasi ketergantungan perekonomian Indonesia dengan impor, terutama beras, jagung, dan singkong.

"Kita memilih Provinsi Lampung sebagai tuan rumah, karena daerah ini boleh dikatakan sebagai pusat pertanian Indonesia. Terutama singkong dan jagung. Nah ini modal dasar kita dengan harapan kondisi yang ada di Lampung ini bisa kita tularkan ke daerah-daerah lain, seperti Kalimantan dan Sulawesi," ujarnya.

Pihaknya akan melakukan konsolidasi secara nasional tentang bagaimana ke depan agar bisa mandiri pangan dan mencari peluang terkait dengan produk komoditas untuk dapat diekspor, misalnya kopi dan cokelat.

Azrul menjelaskan bahwa kegiatan dengan tema kedaulatan pangan itu mempunyai banyak target ke depan baik mikro maupun makro.

"Nah target kita bisa ekspor dan menahan impor kemudian kemandirian pangan. Target lainnya dengan kita tidak impor akan mempertahankan tingkat nilai tukar rupiah kita. Hal ini diharapkan mampu mengatasi defisit pada neraca perdagangan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Muklasin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar