Mahasiswa Papua di NTB punya ciri khas sopan dan santun

id Unram,Antaranews NTB

Sejumlah perwakilan mahasiswa Universitas Mataram (Unram), asal Papua bersalaman dengan Rektor Unram Prof Lalu Husni (baju putih), dalam suatu pertemuan di Rektorat Unram, NTB, Selasa (20/8/2019). (ANTARA Foto/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Wakil Rektor (Warek) III Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat, Prof Muhammad Natsir menyatakan mahasiswa Papua khususnya di Unram itu, dikenal baik, sopan dan santun.

“Anak-anak Papua itu mempunyai ciri khas lebih daripada yang lain, mereka baik, sopan, dan sangat santun, itu adalah keunggulan mereka,” katanya dalam Acara Doa Bersama Lintas Agama dan Etnis untuk Persatuan Bangsa di auditorium Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Kamis (22/8) malam.

Dikatakan, dalam proses belajar, mahasiswa Papua di Unram selalu berinteraksi baik bersama mahasiswa lain pada umumnya, mereka sangat menjunjung tinggi nilai-nilai etika.

“Di Unram, dari sisi non akademik kami menyiapkan sarana kepada mereka, seperti olahraga voli, basket, dan sepakbola, bahkan kami memberi kepercayaan untuk membawa bola dan netnya sendiri sehingga bisa mengatur diri mereka sendiri,” kata profesor yang akan segera dikukuhkan sebagai guru besar dalam waktu dekat ini.

Selain itu, kata dia, pada 2020 anak Papua di Unram akan resmi menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

“Anak Papua di Unram pada tahun 2020 mendatang akan dibuat menjadi salah satu bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), sehingga mereka dapat biaya tambahan dari Unram untuk kegiatan mereka, saat ini saya sedang meminta kepada ketuanya untuk mengurus anggota-anggotanya,” katanya.

“Anak Papua akan dibuatkan beasiswa bidikmisi meskipun mereka sudah mendapatkan uang dari Negara, karena kita ingin berbuat adil sama untuk setiap anak bangsa, Unram adalah miliknya rakyat,” jelasnya.

Ia menambahkan anak-anak Papua di Mataram merasa sangat bahagia, tidak mudah terganggu dan terprovokasi dengan kejadian di Malang, Surabaya, maupun di tempat-tempat lain di Indonesia.
 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar