Slovenia bangun pagar perbatasan guna cegah arus migran

id Slovenia,migran gelap,Pagar Perbatasan

Ilustrasi - Migran berjalan kaki di pinggiran Brezice, Slovenia, Oktober 2015. (Foto REUTERS/Srdjan Zivulovic)

Preloka, Slovenia (ANTARA) - Slovenia telah memulai pekerjaan pagar tambahan di sepanjang perbatasan selatannya dengan Kroasia, dengan tujuan mencegah bertambahnya jumlah migran yang memasuki negara itu secara tidak sah.

Polisi Slovenia mencatat 7.415 migran gelap dalam tujuh bulan pertama tahun ini, melonjak 56 persen dibandingkan masa yang sama 2018, saat makin banyak orang berusaha mencapai negara Barat yang kaya melalui Balkan.

Bulan lalu, pemerintah menandatangani satu kontrak dengan perusahaan Serbia Legi-SGS untuk mendirikan pagar sepanjang 40 kilometer di perbatasannya dengan Kroasia, kata Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Segera setelah bagian pagar tersebut selesai, total panjang pagar akan menjadi 219 kilometer dan mencakup hampir sepertiga perbatasan Slovenia dengan Kroasia. Total panjang perbatasan darat dan laut Slovenia ialah 1.370 kilometer.



"Pagar itu akan didirikan untuk sementara di berbagai daerah tempat pagar itu diperlukan guna mencegah penyeberangan perbatasan tidak sah dan menjamin keselamatan rakyat dan harga mereka," kata Irena Likar, wanita juru bicara Kementerian Dalam Negeri.

Seorang juru kamera Reuters di dekat Desa Prelokal di Slovenia Selatan melihat pekerjaan pembangunan pagar tersebut berlangsung di tempat itu.



Likar mengatakan rencana waktu pasti dan lokasi berdirinya pagar takkan diumumkan.

Slovenia mula-mula membangun pagar perbatasan selama krisis pengungsi 2015, ketika dalam masa enam bulan sebanyak setengah juta migran gelap melewati negeri tersebut.

Bentangan baru pagar itu ialah tinggi sekitar 2,5 meter dan pagar tersebut didirikan di tepi Sungai Kolpa, yang mengalir antara Slovenia dan Kroasia.



Kebijakan imigrasi pemerintah telah menghadapi sedikit penentangan di Slovenia, walaupun sebagian kelompok masyarakat sipil menentang pagar kawat berduri itu.

Kebanyakan migran gelap berasal dari Pakistan, Aljazair, Afghanistan, Maroko dan Bangladesh. Hanya sedikit pencari suaka di Slovenia, dan kebanyakan migran melanjutkan perjalanan mereka ke negara tetangga, Italia dan Austria.

Bulan lalu, polisi Slovenia dan Italia memulai patroli perbatasan gabungan guna mengekang arus migran gelap.



Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar