Wali Kota Bandarlampung ingatkan masyarakat pesisir jaga lingkungan sekitar

id Wali Kota Bandarlampung,Herman HN,Antara.lampungnews.com

Pencanangan Bebas BABS yang dilakukan oleh semua kelurahan di Telukbetung Selatan, Bandarlampung dengan SNV, Kamis (22/8/2019). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengingatkan masyarakat pesisir untuk menjaga sanitasi dengan baik agar kebersihan lingkungan sekitar dapat terjaga dan kesehatan masyarakat juga terjamin.

"Masyarakat ini perlu diingatkan terus menerus agar masyarakat dapat melakukan sanitasi dengan benar minimal mereka tidak buang air besar sembarangan," kata Herman HN, saat menghadiri pekan sanitasi, di Bandarlampung, Kamis.

Menurut dia, Pemkot Bandarlampung sudah banyak melakukan berbagai upaya agar masyarakat bisa hidup dengan kondisi sanitasi layak, namun mereka harus tetap diingatkan dan diberi kesadaran untuk dapat mengubah perilaku dalam menjaga lingkungan.

Dia berharap, dengan pekan sanitasi ini sekaligus pencanangan bebas buang air besar sembarang (BABS) yang diadakan di Kecamatan Telukbetung Selatan akan diikuti oleh semua kecamatan yang ada di Bandarlampung.

Senior Urban Sanitation Spesialis SNV, I Nyoman Suartana mengatakan bahwa sampai saat ini Kota Bandarlampung masih nol persen dalam pengelolaan sanitasi aman.

"Di kota ini mesti ada yang memulainya dan saya berharap Kecamatan Telukbetung Selatan bisa menjadi pionir sebagai pengelolaan sanitasi yang aman," katanya.

Menurutnya, sanitasi buruk akan berdampak pada kesehatan masyarakat, sehingga mereka akan mudah terkena penyakit dan yang paling sering ditemui yakni diare serta bisa menyebabkan stunting (kekerdilan).

Sanitasi tidak hanya tentang keberadaan jamban, lanjut dia, namun juga tempat penampungan dan penyedotan limbah tinja dan wilayah ini baru 8 persen warga yang melakukan hal demikian.

"Sanitasi ini dekat dengan aktivitas sehari-hari, namun kerap luput dari perhatian. Semoga kegiatan ini bisa mengubah perilaku masyarakat untuk memperhatikan llingkungan," kata dia lagi.
 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar