Kapal TNI AL makin dekat ke KM Mina Sejati yang diduga dibajak

id Sorong,Kapal dibajak,Kepulauan Aru,Lampung.antaranews.com

Ilustrasi - Panglima Koarmada III Sorong, Laksda TNI ING Ariawan, S.E, M.M (kiri) memberikan arahan kepada Satgas Rimpac 2018 di Pelabuhan Umum Kota Jayapura, Papua, Minggu (10/6/2018). Arahan serta semangat Pangarmada III Sorong, agar Satgas Rimpac 2018 bersungguh-sungguh dalam mengemban misi untuk mengharumkan nama bangsa dan negara, sekaligus sebagai bukti eksistensi diplomasi TNI Angkatan Laut Indonesia. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Sorong (ANTARA) - Panglima Komando Armada (Koarmada) III TNI Angkatan Laut  Laksamana Muda TNI I N.G. Ariawan mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil mendekati dan berupaya berkomunikasi dengan ABK KM Mina Sejati yang diduga dibajak di perairan Laut Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, tepatnya pada posisi 06 59,500 – 133 07,300 S.

"Setelah menerima laporan dari Pangklalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) X Ambon bahwa kapal tersebut diduga dibajak oleh ABK kapal itu sendiri pada Sabtu (17/8) malam saya langsung memerintahkan kepada Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada III Laksamana Pertama TNI Rahmad Wahyudi dan Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada III Laksamana Pertama TNI Agus Hariadi agar mengerahkan unsur-unsurnya yang paling dekat dengan lokasi kejadian," kata Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI I N.G. Ariawan di Sorong, Papua, Senin.

Dia mengatakan, Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Lada-521 yang berada dekat lokasi kejadian pada Minggu (18/8) ditugaskan berhasil mendekati dan berupaya berkomunikasi dengan ABK KM Mina Sejati.

Baca juga: Kapal dibajak, nasib belasan penumpangnya belum diketahui

"KRI Teluk Lada-521 yang dikomandani Letkol Laut (P) Gunawan Hutauruk berupaya secepat mungkin mengamankan KM Mina Sejati meskipun cuaca kurang baik dan ombak laut yang tinggi dengan kontak radio dan isyarat lampu, namun belum ada respons dari ABK KM Mina Sejati," ujarnya.

KM Mina Sejati yang diduga dibajak tersebut telah terjadi insiden pertikaian antara sesama ABK. Akibat dari insiden tersebut, 13 orang ABK menyelamatkan diri dengan menceburkan ke laut.

Sebanyak dua orang di antaranya meninggal dunia dan 11 orang selamat dan dieavkuasi oleh KM Samudera Gemilang dan KM Terus Jaya yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian.

Dari keterangan 11 orang ABK yang selamat menyampaikan bahwa tiga orang ABK menguasai kapal dengan membawa senjata tajam berupa samurai dan parang dan menyandera 20 orang ABK yang lain. Sementara 13 orang ABK KM Mina Sejati yang berada di KM Samudera Gemilang, antara lain 11 orang selamat dan dua orang meninggal dunia berada di KM Terus Jaya.

Baca juga: Identitas pembajak KM Mina Sejati berhasil diungkap
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar