Menpar tegaskan infrastruktur destinasi super prioritas harus selesai 2020

id Menpar,Pariwisata,Arief yahya

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) dan Menaker Hanif Dhakiri dalam konferensi pers di Ditjen Pajak, Jakarta Selatan, Jumat (15/8/2019). (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mendorong semua infrastruktur dan utilitas untuk semua destinasi wisata super prioritas selesai pada 2020, menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam konferensi pers pada Jumat.

"Instruksi Presiden sangat jelas, semua infrastruktur dan utilitas dasar harus tuntas tahun 2020, apa itu jalan, airport, dermaga, air, listrik, internet, harus selesai semuanya dan harus sudah ground breaking, memulai pembangunan di sana," ujar Arief dalam konferensi pers Nota Keuangan/RAPBN yang diadakan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Selain utilitas yang sudah disebutkan, menurut Arief, fasilitas-fasilitas pengolahan sampah dan air kotor untuk mendukung semua tujuan destinasi wisata super prioritas juga harus selesai dibangun.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo dalam pembacaan Nota Keuangan dan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat menyebutkan empat destinasi wisata prioritas yaitu Danau Toba, Candi Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika.

"Di sektor pariwisata, pada tahun 2020, pemerintah memprioritaskan pembangunan empat destinasi wisata secara lintas sektor dan terintegrasi. Destinasi pariwisata tersebut meliputi Danau Toba, Candi Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika," kata Jokowi.

Empat destinasi tersebut, ujar Arief, akan ditambah dengan satu tujuan wisata destinasi super prioritas yaitu Likupang di Sulawesi Utara.

Pembagunan destinasi super prioritas tersebut ditangani oleh Kementerian PUPR, Kemenpar, Kemenhub, Kementerian LHK, Kemendes PDT, Kemendikbud dan Bekraf.


 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar