Hirosima bersiap hadapi badai Krosa pada Rabu

id Badai Tropis Krosa,Jepang,Libur Musim Panas Jepang,Festival Obon,Badai dekat Hirosima,Jepang masuk puncak panas

Gambar satelit NASA menunjukkan Badai Topan Muifa di sebelah kanan Taiwan, Kamis (4/8). Penyulingan minyak Jepang Nansei Sekiyu, dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan negara Brasil Petrobras, mengatakan bahwa mereka menunda semua operasional di pabrik penghasil 100 ribu barel perhari Nishihara di Okinawa, barat daya Jepang sejak jam 6 malam dengan mendekatnya Badai Topan Muifa (FOTO ANTARA/REUTERS/NASA/Hando)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Jepang bersiap menghadapi badai tropis Krosa yang diprediksi akan bertiup dari arah Pasifik di wilayah selatan dan turun di dekat Hiroshima pada Rabu, di saat warga Negeri Sakura itu memasuki puncak libur musim panas.

Krosa yang berarti alat berat kren (crane) dalam Bahasa Khmer diperkirakan dapat menyebabkan hujan deras di wilayah barat Jepang dan berpotensi mengganggu sistem transportasi darat, kereta api dan udara.

Walaupun badai Krosa jarang menguat jadi topan, hujan deras berintensitas 1.000 milimeter per kubik diprakirakan tetap turun di sebagian besar wilayah Jepang, khususnya di area barat.

"Hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi akan ditemukan di wilayah barat dan timur Jepang," kata Juru Bicara Badan Meteorologi Jepang, Ryuta Kurora saat jumpa pers.

Berdasarkan prakiraan cuaca itu, Kurora meminta pemerintah meninjau kembali rencana evakuasi di wilayah yang mungkin terdampak badai tropis Krosa.

Badai tropis itu kemungkinan turun di tengah Festival Obon atau Bon yang biasanya diselenggarakan tiap 13-15 Agustus pada libur musim panas. Pada perayaan itu, banyak warga Jepang mudik dari kota-kota besar ke kampung halamannya untuk ziarah kubur.

Sementara itu, penyedia jasa transportasi penerbangan dan kereta api telah memberitahu penumpang bahwa badai dapat menyebabkan penundaan dan pembatalan jadwal keberangkatan serta kedatangan.

Artinya, perjalanan mudik warga dari Tokyo dan kota besar lain kemungkinan terganggu.

"Jika saya tak dapat pulang sesuai rencana, pekerjaan saya akan terganggu," kata seorang warga ke reporter NHK.

Pada 2018, lebih dari 200 orang tewas akibat banjir dan hujan lebat yang turun di wilayah barat Jepang. Hujan deras akibat badai tropis Krosa kemungkinan kembali turun di area itu.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar