Ada empat hikmah yang harus diteladani dari Nabi Ibrahim

id salat idul adha

Ada empat hikmah yang harus diteladani dari Nabi Ibrahim

Pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha 1440 di Lapangan Saburai Enggal, Bandarlampung, Minggu (11/8/2019) (Antara Lampung/Agus Wira Sukarta)

Keempat empat hikmah itu yang menjadi isyarat bagi kaum muslimin untuk mewujudkannya dalam kehidupan
Bandarlampung (ANTARA) - Khatib sholat Idul Adha 1440 Hijriah Nadirsah Hawari mengatakan ada empat hikmah pelajaran yang harus diteladani dari Nabi Ibrahim AS.

"Keempat empat hikmah itu yang menjadi isyarat bagi kaum muslimin untuk mewujudkannya dalam kehidupan," kata dia pada khotabah Sholat Idul Adha 1440 H di Lapangan Saburai Enggal, Bandarlampung, Minggu.

Ia menyebutkan empat hikmah itu, yakni pertama tinggalkan yang haram dan lakukan yang halal.

Kedua bergerak untuk kebaikan dan berkorban, ketiga jadikan masjid sebagai pusat perbaikan dan pelajaran dan keempat yang dapat diambil adalah keinginan Nabi Ibrahim AS yang sangat besar untuk memiliki ilmu , menjadi pribadi yang saleh dan menjadi bahan pembicaraan yang baik bagi generasi yang akan datang.

Menurut dia, dari uraian di atas dapat diambil pelajaran bahwa meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW serta mengambil hikmah dari ibadah haji menuntut untuk selalu berusaha memperbaiki diri dan keluarga.

Serta memperbaiki orang lain untuk selanjutnya terus bergerak dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran dan mau berkorban untuk mencapainya.

"Seperti jemaah haji di Tanah Suci yang berbondong-bondong melakukan sholat lima waktu di Masjid Nabawi bahkan ditargetkam mencapai angka arbain (40) waktu meskipun hal itu tidak menjadi bagian dari ibadah haji," jelasnya.

Karena itu, lanjutnya sebagai muslim harus memiliki ikatan batin dengan mendatangi masjid untuk melaksanakan sholat lima waktu secara berjamaah agar kita menjadi orang yang dinaungi Allah pada hari kiamat.



Di sisi lain, menurut dia, dari rangkaian ibadah haji bisa mengambil pelajaran bahwa setiap muslim apabila mereka sudah menunaikan haji seharusnya mau bergerak dan menjadi tokoh pergerakan untuk memperbaiki keadaan dan kualitas umat Islam.

Pelajaran lain yang dapat diambil dari Nabi Ibrahim AS beserta keluarga Ismail AS dan Siti Hajar, keagungan pribadinya. Bahkan Nabi Muhammad SAW harus mampu mengambil keteladanan darinya.

"Hal yang luar biasa dari doa Nabi Ibrahim adalah beliau meminta kepada Allah untuk dimaksukkan kedalam golongan orang yang salih padahal seorang nabi pasti sudah salih tetapi masih saja dia berdoa," terangnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa menjadi orang salih amat penting dan beliau tidaklah merasa tinggi hati dengan kesalihannya hingga akhirnya tetap berdoa minta dimasukkan kedalam golongan orang yang salih.

Sholat Idul Adha 1440 H di Lapangan Saburai Enggal Bandarlampung dihadiri ribuan umat muslim yang datang dari berbagai tempat di Bandarlampung.
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar