Trump: China 'bunuh kita dengan perdagangan tidak adil'

id perang dagang,China-AS,berbalas tarif

Trump:  China 'bunuh kita dengan perdagangan tidak adil'

Presiden AS Donald Trump bersama Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di sela-sela KTT G-20 di Osaka Jepang pada 28-29 Juni 2019. (Foto: Reuters)

Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump pada Rabu (7/8/2019) mengatakan sikap kerasnya terhadap kebijakan ekonomi dan perdagangan China pada akhirnya akan menguntungkan ekonomi Amerika, bahkan ketika Beijing mengisyaratkan akan menyerang balik dengan mengekang penjualan bahan kimia yang dikenal sebagai "mineral tanah jarang" yang digunakan dalam segala hal mulai dari iPhone hingga peralatan militer.

Perang perdagangan AS-China meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir setelah Washington pada Senin (5/8/2019) mencap Beijing sebagai manipulator mata uang untuk pertama kali sejak 1994, dan mengatakan akan memberlakukan tarif tambahan 10 persen pada sisa 300 miliar dolar AS impor China, mulai 1 September.

Langkah-langkah itu menyentak pasar keuangan dan memicu kekhawatiran tentang resesi global.

Imbal hasil obligasi AS turun pada Rabu (7/8/2019) dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 30-tahun mendekati rekor terendah, di tengah meningkatnya kekhawatiran penurunan global dan spekulasi Federal Reserve harus memangkas suku bunga lebih jauh untuk menghadapi risiko resesi yang semakin besar.

Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa reaksi pasar telah diantisipasi, tetapi ia tetap percaya diri pada kekuatan ekonomi AS.

"Pada akhirnya, itu akan menjadi jauh lebih tinggi daripada yang pernah terjadi, karena China seperti jangkar pada kita. China membunuh kita dengan kesepakatan dagang yang tidak adil," katanya.

Para pejabat Gedung Putih mengatakan mereka masih mengharapkan para perunding China datang ke Washington pada September untuk mengadakan pembicaraan, dan bahwa tarif terbaru masih dapat dihindari jika dua ekonomi terbesar dunia itu membuat kemajuan dalam perjanjian perdagangan.

Tetapi harapan untuk kesepakatan meredup dan tekanan domestik meningkat bagi Trump untuk memutuskan kesepakatan dengan Beijing.

Goldman Sachs pada Selasa (6/8/2019) mengatakan pihaknya tidak lagi memperkirakan Amerika Serikat dan China akan mencapai kesepakatan sebelum pemilihan presiden November 2020 mengingat "garis yang lebih keras" sedang dikejar oleh kedua belah pihak.

Dampak Terhadap Ekonomi AS

Gary Locke, yang menjabat sebagai duta besar AS untuk China dari 2011 hingga 2014, mengatakan bahwa Washington berkepentingan untuk mengurangi ketegangan dan berupaya mencapai semacam kesepakatan sederhana dengan Beijing.

"Federal Reserve dan yang lainnya memperkirakan tarif yang sudah ada akan merugikan rata-rata rumah tangga Amerika kenaikan harga 1.000 dolar AS," katanya. "Dan kenaikan harga akan membuat perusahaan-perusahaan AS kurang kompetitif di sini dan di luar negeri."

Fred Bergsten, mantan pejabat senior Departemen Keuangan AS, mengatakan pasar keuangan yang bearish dan melemahnya indikator ekonomi AS dapat mendorong Trump untuk menunda tarif 1 September.

"Ekonomi adalah bagian besar dari strategi pemilihannya kembali, jadi dia harus ragu sebelum dia melakukan hal-hal yang dapat melemahkannya," Bergsten, sekarang seorang rekan senior di Peterson Institute for International Economics, mengatakan kepada Reuters.

"Jika dia mengakui bahwa hanya 'pada akhirnya' yang kita peroleh, maka saya pikir ada kemungkinan dia akan memanggil balik."

Bisnis dan konsumen AS membayar tarif enam miliar dolar AS pada Juni, naik 74 persen dari periode yang sama tahun lalu, koalisi kelompok perdagangan AS mengatakan Rabu (7/8/2019), memperingatkan putaran tarif baru akan memperburuk kehilangan pekerjaan dan permintaan yang menurun.

Jo-Ann Stores, pengecer seni dan kerajinan yang berbasis di Ohio, mengatakan tarif yang diberlakukan pada September 2018 sudah memotong margin keuntungan dan meningkatkan risiko PHK.

"Ini merupakan beban keuangan yang sangat besar," kata Wade Miquelon, CEO Jo-Ann Stores, yang sebelumnya menjabat sebagai chief financial officer dari Walgreens (WBA.O).

Langkah Beijing Berikutnya?

Pasar keuangan agak tenang di tengah tanda-tanda bahwa China tidak akan membiarkan yuan melemah lebih jauh setelah membiarkannya tergelincir di bawah 7,0 per dolar untuk pertama kali dalam lebih dari satu dekade.

Tetapi China masih memiliki beberapa pengaruh yang tersisa untuk ditarik.

Asosiasi mineral tanah jarang China pada Rabu (7/8/2019) mengatakan akan mendukung langkah-langkah penanggulangan dalam meningkatnya sengketa perdagangan dengan Amerika Serikat dan menuduh Washington menggunakan "perilaku bullying perdagangan" untuk menekan pembangunan China.

Asosiasi Industri Mineral Tanah Jarang China mengeluarkan pernyataan setelah pertemuan kerja khusus pada Senin (5/8/2019) untuk membahas "bimbingan" yang diberikan oleh Presiden China Xi Jinping selama kunjungannya ke pabrik mineral tanah langka di Jiangxi pada Mei.

Kunjungan Xi memicu kekhawatiran China akan menggunakan dominasinya atas produksi mineral tanah jarang, sekelompok 17 elemen kimia yang dihargai karena digunakan dalam elektronik konsumen dan peralatan militer, dalam perang dagang yang meningkat, meskipun sejauh ini tidak ada pembatasan pasokan yang diumumkan.
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar