Pedagang sambut rencana Pariaman bikin kemasan khusus Sala Lauak agar tahan lama

id sala lauak

Dua peserta sedang membentuk cemilan sala lauak pada lomba masak bertajuk Sejuta Sala di Pariaman Expo 2019 di Pariaman, Rabu (10/7). (Antara Sumbar/Aadiaat M.S)

Pariaman, (ANTARA) - Sejumlah pedagang Sala Lauak --penganan khas-- Kota Pariaman, Sumatera Barat, menyambut baik rencana pemerintah kota (pemkot) setempat untuk membuat kemasan khusus cemilan itu agar tahan lama sehingga bisa dibawa wisatawan sebagai oleh-oleh.

"Sala itu enak kalau disajikan dalam keadaan masih hangat. Jika digoreng pagi maka malamnya sudah tidak enak lagi," kata salah seorang pedagang di Pantai Gandoriah Nurseha (42) di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan karena kendala tersebut sebagian besar sala lauak yang dijualnya hanya dikonsumsi oleh wisatawan saat berkunjung ke Pantai Gandoriah dan sekitarnya.

Sementara wisatawan tersebut tidak saja berasal dari dalam Sumbar, namun juga dari luar provinsi mulai dari Jambi, Riau, bahkan Malaysia.

Menurutnya, dengan potensi tersebut maka cemilan khas Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman itu dapat dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan untuk keluarganya di rumah.

Ia menyebutkan saat ini hasil penjualan sala luak miliknya pada hari biasa mencapai Rp300 ribu, namun menurutnya angka tersebut akan meningkat jika rencana Pemkot Pariaman membuat kemasan khusus untuk sala lauak terealisasi.

Salah seorang pedagang sala lauak lainnya Asnita (35) mengatakan setiap pagi ia menjual cemilan itu di Kecamatan Pariaman Tengah dengan harga jual Rp500 perbutir. "Selain menjual langsung saya juga menerima pesanan dari warga yang melaksanakan pesta pernikahan atau hajatan," katanya.

Ia mengatakan jika rencana Pemkot Pariaman untuk membuat kemasan khusus sala terealisasi maka dirinya dapat meningkatkan pendapatannya karena peluang penjualan yang lebih luas.

Sementara Wali Kota Pariaman Genius Umar sedang menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk menciptakan kemasan khusus sala lauak agar tahan lama sehingga dapat menjadi oleh-oleh. "Kami ingin sala lauak tidak lagi dijual oleh pelaku usaha kecil, tetapi juga bergerak ke level industri."

Menurutnya, hal tersebut bisa saja terjadi karena sejumlah penganan khas daerah lainnya di Indonesia bisa dikemas untuk menjadi oleh-oleh yaitu di antaranya dodol garut dan pempek palembang.

Kalau kemasan itu berhasil diciptakan maka pemasaran sala lauak dapat dilakukan secara dalam jaringan dengan mengakses pasar digital yang diberi nama Pariaman Mall yang sedang dibuat oleh dinas terkait.*
 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar