Perenang Inggris Duncan Scott acuhkan Sun Yang di podium

id Sun Yang,Renang,China

Peraih medali emas Sun Yang asal China bereaksi di podium di samping peraih medali perunggu Martin Malyutin dari Rusia dan Duncan Scott dari Inggris di Kejuaraan Dunia Renang FINA ke-18 di Nambu University Municipal Aquatics Center, Gwangju, Korea Selatan, Selasa (23/07/2019) Reuters/Stefan Wermuth

Jakarta (ANTARA) - Perenang asal Inggris yang meraih medali perunggu Duncan Scott mengacuhkan dan menolak berjabat tangan dengan Sun Yang di atas podium setelah perenang kontroversial asal China itu memenangi nomor 200 m gaya bebas putra pada kejuaraan renang dunia di Gwangju, Korea Selatan, Selasa.

Scott mengucapkan selamat kepada peraih medali perak Katsuhiro Matsumoto dari Jepang dan Martin Malyutin dari Rusia, yang selesai pada waktu yang sama dengannya, tetapi benar-benar mengabaikan Sun begitu saja di atas podium.

Sun pun bereaksi marah, berteriak dan memberi isyarat pada Scott, yang juga menolak untuk berfoto bersama di podium serta menjaga jarak dari Sun ketika mereka meninggalkan panggung.

Insiden itu terjadi dua hari setelah perenang Australia Mack Horton juga menolak untuk berbagi podium dengan Sun saat upacara penyerahan medali untuk nomor 400 m gaya bebas putra.

Tindakan Scott pun mengundang reaksi beragam. Para penggemar asal China meneriaki dan mengejek Scott, sedangkan yang lain justru bersorak untuknya ketika ia meninggalkan kolam renang.

Ketika ditanya oleh wartawan terkait insiden podium, Scott hanya memberikan komentar singkat.

"Kalian melakukan pekerjaan yang cukup untuk memastikan semua orang mengetahuinya (tindakan Scott). Aku kira hanya itu yang bisa aku katakan," katanya.

Rekan setimnya Adam Peaty, yang berenang di semifinal 50 m gaya dada mengatakan Scott "sepenuhnya benar" untuk mengambil tindakan tersebut. Ia menambahkan Sun harus mempertimbangkan tempatnya dalam berenang.

"Dia seharusnya bertanya pada dirinya sendiri sekarang apakah dia benar-benar seharusnya di olahraga ini ketika orang-orang mengejeknya, tapi aku tahu bagaimana mereka dan aku tahu bagaimana dia...”

“Maksudku, jika aku berenang (di nomor 400 m), aku tidak akan naik podium seperti yang telah dilakukan Mack,” kata Peaty.

Peaty sebelumnya pernah mengkritik Sun dan kebijakan FINA yang mengizinkannya berkompetisi di Gwangju meskipun Sun sebenarnya sedang terkena kasus doping. Maka ia berpendapat bahwa para atlet memiliki hak untuk berbicara dan melakukan tindakan.





"Saya pikir hal yang paling penting sebagai seorang atlet adalah kamu punya hak untuk bersuara dan Duncan telah bersuara, begitu juga dengan yang lain," tambahnya.

"Jadi semua ini adil bahwa apa pun yang terjadi di belakang sekarang, jelas ada yang tidak beres karena jika para penggemar tidak menginginkannya (Sun), aku bahkan tidak tahu mengapa dia ada di sini."

Sementara Sun mengatakan ia tidak peduli dengan tindakan rivalnya itu dan ia menang atas kerja kerasnya selama ini.

“Kemenanganku adalah karena kerja kerasku selama ini. Aku terus berjuang. Aku tidak menyerah ketika aku berada di posisi kedua,” kata Sun, yang memenangi nomor 400 m gaya bebas, Minggu.

“Aku satu-satunya yang masuk di nomor 800 pagi ini, jadi aku sangat lelah. Aku hanya tidur selama satu setengah jam siang ini,” ucap Sun seperti dikutip Reuters.

Hingga saat ini, belum ada keputusan atas kasus pelanggaran doping yang menimpa Sun.

Sidang panel FINA sebelumnya telah mengklaim bahwa peraih medali emas Olimpiade tiga kali itu telah menghancurkan sampel darahnya dengan palu ketika penguji mengunjungi tahun lalu. Nasib Sun selanjutnya akan diputuskan melalui persidangan pada September mendatang.



 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar